Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Inilah Penyebab Bau Busuk Bunga Bangkai yang Menyengat saat Sore Hari, Ternyata Mengandung Zat Ini

Winarsih • Rabu, 20 November 2024 | 23:38 WIB
Bunga Bangkai  (Antara)
Bunga Bangkai (Antara)

Jawa Pos Radar Lawu -  Bunga bangkai atau Titan arum adalah bunga dari keluarga talas-talasan (Araceae) dan berasal dari genus Amorphophallus.

Bunga bangkai justru mengeluarkan bau busuk yang sama dengan namanya, berbeda dengan aroma bunga lainnya.

Aroma unik bunga bangkai menarik perhatian banyak orang, baik masyarakat umum maupun peneliti, untuk mempelajari karakteristiknya.

Dikutip dari The New York Times, senyawa utama yang bertanggung jawab atas bau busuk bunga bangkai adalah senyawa sulfur, yaitu dimetil trisulfida.

Bunga ini juga disebut sebagai bunga tertinggi di dunia karena ukurannya yang luar biasa jika dibandingkan dengan jenis bunga lainnya.

Tinggi dari jenis bunga ini mencapai 6 m.

Sekitar 170 spesies bunga bangkai tersebar di seluruh dunia, dengan 25 spesies yang ditemukan di Indonesia di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi dan biasanya tumbuh di dataran rendah.

Para ilmuwan telah melakukan penelitian kimia selama bertahun-tahun untuk menemukan asal-usul bau bunga ini.

Tim peneliti dari Dartmouth College di New Hampshire, AS, berhasil memecahkan misteri tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan di Oxford Academic pada 4 November 2024 menemukan bahwa senyawa organik yang dihasilkan melalui proses biologis yang biasanya hanya ditemukan pada hewan menghasilkan bau busuk bunga bangkai.

Bunga mengeluarkan aroma yang unik saat mekar sempurna.

Baca Juga: Rhenald Kasali Ungkap Strawberry Parenting Cikal Bakal Rusaknya Generasi Muda, Ketahui Tentang Self Diagnosis

Dalam beberapa hari ketika bunga bangkai mulai tumbuh, lapisan kelopak merah tua yang berjumbai akan terbuka. Bunga bangkai adalah kumpulan bunga yang disebut inflorescence, bukan satu bunga.

Inflorescence ini terdiri dari dua bagian utama: spadix (tongkol besar yang tegak di tengah) dan spathe (daun berbentuk corong yang melingkupi spadix).

Bagian luar spathe berwarna hijau, sementara bagian dalamnya berwarna merah tua dan menyerupai daging mentah. Dua lingkaran bunga, bunga jantan di atas dan bunga betina di bawah, tertutup oleh spadix sehingga tidak dapat dilihat dari luar.

Proses mekarnya bunga bangkai ini ada ekspresi gen yang lebih besar sehingga melibatkan metabolism sukfur, serta gen yang mengkodekan  pembentukan protein  yang terlibat dalam thermogenesis tanaman.  Serangkaian proses ini dinamakan oksidase alternatife. 

Tidak hanya itu, ternyata saat para ilmuwan melakukukan penelitian pada bunga bangkai ini mereka menemukan kadar tinggi  asam amino yang disebut  metionina. Yang menyebabkan bau tidak sedap dari bunga bangkai adalah Metionina.

"Studi kami menyoroti perubahan dinamis yang terjadi dalam ekspresi gen hanya dalam beberapa hari selama bunga bangkai berbunga," tulis peneliti.

Selama periode mekar, intensitas aroma busuk meningkat pada malam hari, terutama menjelang tengah malam, saat penyerbukan berlangsung paling aktif.

Aroma tersebut kemudian berangsur-angsur berkurang di pagi hari ketika masa mekarnya berakhir.

Kombinasi senyawa kimia dan mekanisme penyebaran bau membuat bunga bangkai menjadi salah satu tumbuhan paling unik di dunia. (*)                     

Editor : Riana M.
#penyebab #kandungan #bunga bangkai #genus Amorphophallus #Zat #kandungan 7 bulan #bau busuk #mekar asri studio