Jawa Pos Radar Lawu – Kehidupan Esa yang memilukan sejak kecil, remaja 16 tahun yang di usir ibu tiri, hingga rela mengemis selama tiga hari untuk ongkos pulang kerumah sang kakek di Blitar.
Saat ditemui di rumah kakeknya, pada Rabu (9/10/2024), Esa Mengaku memang sengaja mengirimkan pesan ke Instagram Polres Blitar Kota untuk meminta bantuan.
"Saat itu saya sedang bingung dengan masa depan saya. Saya akhirnya kirim pesan ke medsos Polres Blitar Kota untuk dijemput. Sebenarnya saya ingin mengadu soal kehidupan saya ke pak polisi," kata remaja perempuan yang potongan rambutnya pendek mirip anak laki-laki itu.
Kehidupan Esa selama ini kurang kasih sayang dari ibunya, Esa sejak kecil sudah ditinggal ibunya (Susanti) kerja ke luar negeri, sementara ayahnya Esa tinggal di Kota Serang, Banten.
Esa sejak TK sampai kelas 4 SD ikut kakeknya di Kademangan, Kabupaten Blitar. Tepat kenaikan kelas 5 SD, Esa di ajak ayahnya ke Kota Serang, Provinsi Banten. Kemudian ayah Esa menikah lagi.
Remaja 16 tahun juga sempat masuk pondok pesantren dan sekolah di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Serang, Provinsi Banten.
Namun, saat mau kenaikan kelas 9 MTs, Esa putus sekolah dan pulang ke rumah kakeknya.
"Saya pulang ke Blitar pada Agustus 2023. Saya diusir oleh ibu tiri," ujar Esa.
Esa juga mengaku, selama berada dirumah kakek ayahnya tidak pernah menjenguk. Hingga mendapat kabar sang ayah sudah meninggal pada Februari 2024 karena keracunan. Sejak saat itu Esa menjadi orang bingung.
Selama berada di Blitar juga tidak melanjutkan sekolah. Hingga akhirnya memutuskan untuk mengirim pesasn ke akun Instagram Polres Blitar Kota.
Setelah adanya video viral, Sanidi berharap cucunya mau melanjutkan sekolah lagi. Sanidi juga berterimakasih kepada polisi yang telah merespons pengaduan dari cucunya.
"Saya berharap, setelah ini, cucu saya mau sekolah lagi. Cucu saya ini punya cita-cita yang tinggi. Dia ingin jadi tentara," katanya. (*)
Editor : Riana M.