Jawa Pos Radar Lawu – Akhir-akhir ini banyak sekali pemberitaan tentang terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Tentunya hal ini mencoreng nama baik institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswanya.
Kekerasan seksual bisa mencabut kesempatan siswa untuk bisa memperoleh pendidikan dengan baik.
Lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman sekaligus melindungi siswanya, nyatanya menjadi sebagai tempat terjadinya kejahatan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan mengerikan.
Tentunya hal ini tidak boleh dibiarkan. Sekolah maupun masyarakat harus mampu memutus rantai kekerasan seksual ini.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menerbitkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi pada 31 Agustus 2021.
Aturan ini dibuat agar menjadi landasan hukum bagi petinggi perguruan tinggi dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan kampusnya.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, bukan hanya tugas sekolah, perguruan ti nggi maupun orang tua saja, tetapi juga semua pihak.
Hal yang perlu dicipatakan atau dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.
2. Meningkatkan keamanan Lembaga Pendidikan
Sistem keamanan di lembaga pendidikan harus berjalan dengan baik. Pemasangan CCTV di berbagai sudut. Security, petugas piket, penjaga dan guru/dosen secara berkala berbagi tugas untuk menyisir setiap sudut dan tempat-tempat di area sekolah.
Jadi apabila terjadi pelecehan terhadap siswi/mahasiswa dapat dicegah melalui CCTV bahkan bisa menjadi barang bukti yang kuat untuk dilanjutkan ke ranah hukum.
3. Pentingnya Pendidikan Agama
Pendidikaan agama memberikan landasan moral etika yang dibutuhkan untuk membentuk kepribadian yang baik. Dengan memahami ajaran agama, seseorang dapat menghadapi tantangan hidup dengan bijak dan penuh integritas.
Agama akan memberikan pedoman tentang norma-norma perikau yang membantu remaja untuk Keputusan yang bijak dalam mengelola hubungan sosialnya. Pendidikan agama membantu membangun karakter yang kuat sehingga seseorang dapat menghadapi berbagai godaan dan tantangan hidup dengan lebih baik.
Pendidikan agama membantu generasi muda untuk mempertahankan nilai-nilai yang kokoh dalam menghadapi godaan dan tekanan dari lingkungan sekitar
4. Pentingnya pengawasan orang tua dalam mencegah kenakalan remaja di Desa Cilibang tidak boleh diabaikan.
Dengan melakukan pengawasan yang efektif, orang tua dapat membimbing remaja mereka untuk memilih jalan yang benar dan menjauhi kenakalan remaja.
Dengan adanya pengawasan yang baik, remaja di Desa Cilibang dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan tangguh untuk masa depan mereka.
5. Lingkungan Masyarakat yang aman
Lingkungan masyarakat yang aman untuk anak remaja dapat diciptakan dengan melibatkan semua pihak, seperti masyarakat, pemerintah desa, sekolah, dan orang tua.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Upaya pelibatan masyarakat untuk mengatasi perilaku kriminal kekerasan-kekerasan seksual antara lain pendidikan masyarakat tentang bela diri, pendidikan agar laki-laki tidak berpaling kepada kita, dan penanggulangan kekerasan seksual.
Langkah selanjutnya adalah melibatkan masyarakat melalui tokoh masyarakat dan agama serta membangun jaringan kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mengatasi kekerasan seksual. (*)
Editor : Riana M.