PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu – Kendaraan operasional komisioner Bawaslu Ponorogo menjadi sasaran tindak kejahatan, diteror.
Oknum tak bertanggung jawab merusak dengan memecah kaca Mobil Mitsubishi XPander nomor polisi (nopol) L 1268 ACU yang digunakan Jenny Susanto, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu setempat.
Pelaku turut membawa kabur laptop yang berisi data-data penting.
Insiden terjadi saat Jenny dan dua stafnya dalam perjalanan dinas Ponorogo-Malang Sabtu (7/9/2024) lalu.
Baca Juga: Begini Cara Daftar BPJS Kesehatan Online Beserta Syaratnya
Rombongan mewakili Bawaslu setempat hendak menghadiri rapat Laporan Akhir Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Malang.
Sekitar pukul 20.25, rombongan memutuskan istirahat di warung angkringan Paijo di Kec. Rejotangan, Tulungagung.
Persisnya, tak jauh dari kantor kecamatan. Usai melepas lelah, rombongan kaget bukan kepalang saat mendapati kaca jendela pintu tengah sebelah kiri pecah, pun, isi mobil acak-acakan.
‘’Kami kembali sekitar 45 menitan, ternyata kaca (mobil, Red) sudah pecah dan banyak serpihan di bawah mobil,’’ terang Jenny.
Baca Juga: Presiden Direncanakan Akan Hadir Langsung Menonton Laga Indonesia Vs Australia
Jenny dan rombongan buru-buru mengecek kembali barang bawaan. Naas, tas yang berisi laptop dan baju raib.
Baca Juga: Presiden Direncanakan Akan Hadir Langsung Menonton Laga Indonesia Vs Australia
Laptop tersebut berisi data-data penting. Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulungagung kemarin (9/9/2024). ‘’Kami harapkan laptop ditemukan karena berisi data-data penting,’’ harapnya.
Ketua Bawaslu Ponorogo M. Bahrun Mustofa memastikan bakal memantau perkembangan kasus pengrusakan dan pencurian tersebut.
Dia menduga tindak kejahatan itu murni kejahatan acak tanpa ada unsur lain. Apalagi, saat itu malam hari dan kebetulan kendaraan terparkir cukup jauh dari warung.
‘’Saat ini kami masih menunggu perkembangan dari kepolisian. Untuk isi laptop kami masih belum bisa mengidentifikasi, tapi itu memang laptop pribadi bukan milik kantor,’’ tandasnya. (gen/kid)