MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu - Warga semburat di lokasi kejadian warga pencari pakan ternak kesetrum tersangkut di pohon, Jalan Raya Nitikan - Sarangan di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, pada Minggu (18/8/2024) sekitar pukul 06.00.
Mereka menyaksikan evakuasi seorang pencari pakan ternak yang tewas kesetrum dan tersangkut di atas pohon awar-awar.
Insiden ini menarik perhatian warga hingga memenuhi area persawahan, atap rumah, dan tepi jalan raya.
Kerumunan warga akhirnya dikendalikan oleh petugas polisi yang memasang garis polisi untuk menjaga proses evakuasi agar tidak terganggu.
Terdengar Ledakan dan Penemuan Korban Tersangkut di Pohon
Suyadi, seorang saksi mata, mengungkapkan bahwa ia sedang berjalan di sekitar lokasi saat tiba-tiba mendengar ledakan keras.
Ketika ia melihat ke arah suara, tampak seorang pria yang tergantung di pohon awar-awar dengan batang pohon yang mengenai tiang listrik bertegangan tinggi.
"Saya melihat ke atas, ternyata ada orang yang tampaknya sudah meninggal karena kesetrum," kata Suyadi.
Korban tersebut diidentifikasi sebagai Maryono, 43 tahun, warga Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo.
Saat itu, Maryono sedang mencari pakan ternak untuk kambingnya dan mengambil ranting serta daun dari pohon awar-awar yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter.
Baca Juga: Ratusan Warga Ponorogo Laku Bisu Peringati HUT Kemerdekaan, Malam Tirakatan ala Sekar Gayam
"Jadi ledakan itu bersumber dari orang yang kesetrum itu," tambah Suyadi.
Evakuasi Dramatis di Tengah Kerumunan Warga
Proses evakuasi berjalan dramatis. Sarini, seorang saksi lainnya, awalnya mengira suara ledakan itu berasal dari trafo listrik yang meledak atau ban mobil yang pecah.
Setelah melihat sepeda motor di dekat jalan raya, dia mendongak dan melihat seseorang tersangkut di atas pohon.
"Warga segera berkumpul di lokasi kejadian dan melaporkan insiden ini ke pihak kepolisian. Korban memang biasa mencari pakan ternak di situ," ujarnya.
Khoirul Huda, petugas dari TRC BPBD Magetan, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban memakan waktu lebih lama karena banyaknya ranting pohon yang menghambat.
"Korban tersangkut di pohon setelah tersengat listrik. Daun-daun di sekitar korban juga tampak gosong. Posisi korban sangat dekat dengan kabel listrik saat dievakuasi, dan ketika kami periksa, korban sudah dalam keadaan meninggal," jelas Khoirul Huda.
Tragedi ini menjadi peringatan bahaya yang mengintai saat beraktivitas di dekat sumber listrik bertegangan tinggi.
Proses evakuasi korban akhirnya selesai setelah kerja keras petugas yang dibantu warga sekitar. (ril/kid)
Editor : Nur Wachid