Jawa Pos Radar Lawu - Makmuri (29) dibuat kaget tidak ketulung setelah mengetahui bahwa paket barang yang hendak diantarkannya berisikan satu klip sabu.
Ia merupakan warga Telukbetung Timur yang berprofesi sebagai tukang ojek online (ojol).
Awalnya, Makmuri tengah menunggu orderan dengan melewati rumah makan ayam bakar Soponyono di Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, pada Rabu (24/7).
Pada sekitar pukul 16.00 - 17.00 WIB, dirinya mendapatkan orderan secara tiba-tiba.
Orderan tersebut merupakan sebuah pengantaran sebuah barang berisikan baju yang beralamatkan di belakang puskesma Jalan Yos Sudarso.
Dengan senang hati, Makmuri lantas mengambil rejeki tersebut.
Ia datang menghadap orang yang melakukan orderan tersebut untuk mengambil paket yang hendak diantar sesuai dengan aplikasi.
"Dari aplikasi itu dia minta antarkan barang (baju) ke daerah Kemiling di Perumahan Bumi Karomah Jaya," katanya.
Pada keterangan paket tertuliskan bahwa barang tersebut merupakan baju bayi.
Namun, Makmuri merasa curiga dengan kondisi baju yang hendak diantarkannya.
Lusuh dan tidak wajar, kecurigaan Makmuri makin bertambah.
Akhirnya Makmuri memutuskan untuk membuka paket tersebut di pangkalan ojek bersama dengan rekan-rekannya.
Betapa kagetnya Makmuri ketika mendapati sebuah barang mencurigakan terselip didalam paket tersebut.
Makmuri yang merasa takut langsung melaporkan kejadian tersebut ke Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Lampung. Dan setelah di cek, barang tersebut merupakan narkoba jenis sabu-sabu.
Bersama petugas BNN Lampung, Makmuri kemudian menuju alamat tujuan pengiriman.
Namun setibanya dilokasi, tidak ada seorang pun ditemukan. Penggerebekan pun akhirnya gagal.
Makmuri menduga kuat bahwa dirinya menjadi korban jebakan oknum polisi.
Ia merasa diawasi oleh orang yang tidak dikenal setelah membuka paket tersebut.
Dan karena penggerebakan yang dilakukannya dengan BNN Lampung gagal, Makmuri lantas segera mengecek kontak pemesan layanan antar tersebut.
Dari hasil pencarian Makmuri melalui aplikasi get contact, Ia mendapati nama seorang polisi.
Makmuri juga mengatakan bahwa BNN juga meyakini bahwa dirinya juga mau dijebak. (*)
Editor : Riana M.