PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Insiden balon udara maut Desa Muneng, Balong belum tuntas, kini polisi harus bergerak cepat mengusut kasus mercon di Desa Blembem.
Satreskrim Polres Ponorogo memeriksa tujuh orang buntut insiden terbaru tersebut.
Petugas mengorek keterangan ihwal insiden dari ketujuh orang yang berstatus saksi tersebut.
Diketahui enam saksi di antaranya merupakan remaja di bawah umur.
Kasatreskim Polres Ponorogo AKP Ryo Pradana mengatakan enam remaja di bawah umur berusia 13-16 tahun serta satu saksi berinisial MN berusia 21 tahun.
Kuat dugaan ketujuhnya merupakan dalang insiden ledakan mercon di rumah kosong milik Lasiem.
Dari keterangan sementara mereka mendapatkan bahan peledak dari toko online.
‘’Belajar meracik mercon dari tutorial Youtube. Rencananya mercon dipasang di balon udara yang mereka temukan beberapa hari sebelumnya,’’ kata Ryo.
Berjalan maraton, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian.
Seperti dua sendok bubuk bahan peledak, dua selongsong petasan berukuran 20x5 sentimeter, serta dua balon udara bekas berukuran 2,5x6 meter.
Termasuk sisa-sisa petasan yang diduga ikut meledak saat kejadian berlangsung. ‘’Sementara tujuh orang ini masih berstatus saksi, termasuk dua yang terluka dan sedang dirawat,’’ bebernya.
Disinggung penyebab ledakan, Ryo menduga saat mereka tengah mengambil bubuk peledak, seorang di antaranya tak sadar menyalakan rokok.
Hingga menyulut ledakan dahsyat di malam hari tersebut. ‘’Sementara kami pasang garis polisi di TKP (tempat kejadian perkara) untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’ tandasnya. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid