KOTA MADIUN Jawa Pos Radar Lawu - Kapan ajal datang siapa yang tahu. Kematian bisa datang kapan saja, di mana saja, pun, kepada siapa saja. Tak dapat diminta ataupun ditolak. Hal ini tergambar dalam meninggalnya seorang warga Jalan Lambang Sari, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Warga Sogaten dibuat geger atas kematian Wiyono. Jasad pria tersebut ditemukan di dalam rumahnya sendiri. Bahkan, sudah mengeluarkan bau tak sedap. Diduga, meninggal sudah sejak beberapa hari sebelumnya.
Dugaan tersebut mengacu kali terakhir warga melihat Wiyono. Warga melihat Wiyono keluar rumah pada Jum'at (1/3) lalu. Sementara jasad korban ditemukan pada Senin (4/3). ''Sebelumnya terlihat saat beli rokok dan menyapa warga setempat naik motor,'' kata Untung Edi Santoso, ketua RW setempat Senin (4/3).
Korban kali pertama ditemukan oleh Parman. Saat itu, Parman hendak memberitahukan terkait penerimaan bantuan langsung tunai (BLT) di kelurahan. ''Sebelumnya, Pak Parman sempat ke rumah korban. Tapi, melihat kondisi rumah terkunci dan AC dalam kondisi menyala,'' ungkapnya.
Keesokan harinya atau pada Senin (4/3), Parman kembali ke rumah korban dengan maksud yang sama. Namun, keadaan dari luar rumah tidak berubah.Bahkan, AC tetap dalam kondisi menyala. Begitu juga posisi kendaraan milik korban tetap terparkir seperti biasa di garasi.
Akhirnya, Parman melaporkan kejangglan itu kepada para tetangga dan kepada dirinya. Kemudian, oleh warga kondisi rumah korban dicek dan sempat tercium bau tidak sedap. ''Kami kemudian melaporkannya ke polsek,'' terangnya.
Saat akan dilakukan proses evakuasi, kondisi rumah korban dalam posisi terkunci. Sebelum akhirnya didobrak oleh pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban didapati sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kamar. Setelah itu, jasad korban dibawa ke RSUD dr Soedono untuk dilakukan visum. (her)
Editor : Deni Kurniawan