PONOROGO, Jawa Pos Radar Lawu - Hujan yang mengguyur Ponorogo Sabtu (10/2) lalu menyisakan duka mendalam.
Bocah empat tahun, BRR, ditemukan meninggal dunia saat main air hujan sore 14.00 itu.
Anak balita itu terseret air selokan usai terjatuh saat hujan-hujanan di Kelurahan Singosaren, Jenangan.
Kapolsek Jenangan Iptu Amrih Widodo mengatakan meninggalnya BRR berawal dari laporan warga setempat.
Saat itu, balita empat tahun tersebut tengah bermain air hujan bersama teman-temannya tak jauh dari rumah.
Diduga, saat tengah asik bermain mendekati got irigasi, derasnya air menyeret balita perempuan itu.
''Got saat kejadian airnya penuh, dan korban terseret hingga ke saluran yang ada penutupnya,'' ungkap Amrih
Warga yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong korban.
Sayangnya derasnya arus membuat balita malang itu tak kunjung ditemukan.
Hingga ditemukan berjarak 300 meter tersangkut pipa PDAM.
Korban sempat dibawa ke Rumah sakit. Namun nyawanya tak tertolong
Petugas yang tiba ditempat kejadian sempat melakukan olah TKP.
Namun tak ditemukan unsur kesengajaan pun luka pada tubuh korban.
Keluarga yang menerima kejadian tersebut sebagai musibah, langsung memakamkan balita malang itu.
Amrih berharap, masyarakat mawas diri saat mengawasi anak-anak bermain.
Terlebih saat hujan seperti belakangan.
Antisipasi kejadian serupa terulang. ''Selalu melakukan pengawasan anak-anak saat bermain dimanapun dan kapanpun. Utamanya balita,'' pungkas Amrih. (gen/kid)
Editor : Nur Wachid