MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Bentrokan antara oknum yang diduga massa perguruan silat kembali pecah di Madiun, Selasa (16/1) dini hari.
Bentrokan antara dua kelompok itu terjadi di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, sekitar pukul 02.00.
Mirisnya, mobil operasional Polsek Wonoasri sempat jadi sasaran kericuhan dan pelemparan batu oleh kedua kelompok perguruan silat tersebut.
Kapolres Madiun AKBP Muhammad Ridwan membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah hukumnya.
Kepolisian dan jajaran TNI berhasil membubarkan massa sebelum konflik membesar.
"Tadi malam, ada sekelompok orang yang melewati salah satu padepokan dan melakukan pelemparan," katanya, saat dikonfirmasi awak media.
Semula, segerombolan massa melakukan provokasi dengan menggeber gas sepeda motor. Alhasil, terjadi aksi pelemparan batu antara kedua pihak.
Aksi itu langsung dihalau oleh polisi dan TNI yang bersiaga di lokasi kejadian.
Imbasnya salah satu mobil patroli milik Polsek Wonoasri rusak lantaran jadi sasaran amuk massa.
Kerusakan terjadi pada kaca belakang dan samping mobil yang pecah akibat dilempar batu hingga balok kayu.
"Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka maupun lain-lain. Karena ketika kejadian langsung kami halau hingga mereka membubarkan diri," ujarnya.
Setelah dihalau polisi dan TNI, kedua kelompok massa mengambil langkah seribu. Polres Madiun gagal mengamankan oknum-oknum yang terlibat.
Kendati begitu, pihaknya tetap mengimbau para stakeholder terkait dengan pesilat agar ikut memelihara kondusivitas dan keamanan di Madiun.
"Kami mengimbau untuk memelihara keamanan wilayah Madiun, terlebih Pemilu sudah mendekati hari H pencoblosan," pesan Ridwan.
"Jangan sampai ada kejadian yang menimbulkan konflik di masyarakat," sambungnya. (ryu/naz)
Editor : Dian Rahayu