MADIUN, Jawa Pos Radar Lawu - Kerja tim gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tim Reaksi Cepat hingga TNI dan Polri Kota dan Kabupaten Madiun berbuah hasil.
Setelah dua hari pencarian, jasad Suwardji kakek 66 tahun itu ditemukan di bawah jembatan Dusun Pojok, Desa Sogo, Balerejo, Kabupaten Madiun Jumat siang (12/1).
Sebelumnya, warga Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun itu dinyatakan hilang setelah tenggelam di Kali Sono, Tawangrejo pada Kamis (11/1).
Jasad Suwardji ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan terjepit carang yang berada di tengah sungai.
"Kronologinya, pertama kali diketahui warga yang hendak mencari rumput disekitar sungai, ada yang mengambang di dekat carang kemudian melaporkan ke pemdes setempat," ungkap Komandan Tim Basarnas, Ahmad Taufik.
Setelah memastikan bahwa yang mengambang tersebut merupakan mayat, pemdes setempat langsung melaporkan pada BPBD Kabupaten Madiun untuk segera dilakukan evakuasi.
Adapun proses evakuasj berlangsung dramatis, lantaran kondisi jasad berada ditengah-tengah sungai yang cukup deras dan tersangkut diantara sampah dan carang bambu.
Petugas pun akhirnya berhasil menaikkan jenazah dengan menggunakan tali dan diangkat ke atas jembatan.
Proses evakuasi sendiri cukup menggemparkan warga sekitar hingga beramai-ramai memadati lokasi penemuan.
"Lokasi penemuannya dari titik awal kejadian kurang lebih sekitar 10 kilometer," terangnya.
"Kondisi jasad sudah meninggal dunia dan ini langsung dilakukan visum di RSUD Dolopo untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematiannya," tandas Taufik.
Diberitakan sebelumnya, Suwardji dilaporkan hilang setelah tenggelam di sungai Sono setelah terpeleset ketika mencuci sandal dipinggir sungai. (ryu/kid)
Editor : Dian Rahayu