Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Literasi Seolah Menulis Sejarah bagi Para Pelakunya

Redaksi • Senin, 28 April 2025 | 19:12 WIB
Literasi adalah jejak sejarah yang kita torehkan untuk masa depan. Mari tingkatkan budaya baca, mulai dari diri sendiri!
Literasi adalah jejak sejarah yang kita torehkan untuk masa depan. Mari tingkatkan budaya baca, mulai dari diri sendiri!

Oleh: Siti Khotimah

Mengutip pendapat UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, terutama keterampilan dalam membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks bagaimana keterampilan itu diperoleh serta siapa yang memperolehnya. Ternyata, literasi memiliki jenis yang cukup banyak, di antaranya literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya.

Pada sektor pendidikan, misalnya, dengan adanya internet, kemudahan mengakses bahan ajar sangat terasa. Guru, dalam penyampaian pelajaran, dapat menggunakan bahan dari internet dengan mudah dan menghemat waktu. Siswa, cukup dengan menggunakan gawai di tangannya, sudah dapat mengakses banyak informasi untuk keperluan belajar.

Namun, era digital yang memudahkan kita di banyak bidang ternyata juga membawa dampak kurang baik. Kemudahan dalam penggunaan gawai yang tidak terkontrol menjadikan manusia lalai dan menurunkan daya juang, khususnya bagi generasi muda. Saat ini, baik anak-anak maupun orang dewasa lebih tekun membaca informasi di media sosial dibandingkan membaca buku. Minat membaca buku terus mengalami penurunan.
UNESCO bahkan menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang gemar membaca. Hal ini tentu harus menjadi perhatian berbagai pihak. Baik lembaga, individu, maupun pemerintah harus saling bahu-membahu menumbuhkan kembali minat baca masyarakat Indonesia.

Bukan suatu hal yang utopia, saat ini Indonesia semakin gencar menghidupkan budaya baca melalui program pengadaan buku bermutu yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional untuk taman bacaan se-Indonesia. Pada tahun 2024, kegiatan ini telah berjalan dengan menyalurkan bantuan buku bermutu untuk 10.000 taman bacaan masyarakat dan perpustakaan desa.
Sementara pada tahun 2025, program ini memiliki target yang lebih luas, yakni mencakup taman bacaan masyarakat, perpustakaan desa, rumah ibadah, dan lembaga masyarakat lainnya.
Pada tanggal 10 Maret, Perpustakaan Nasional kembali memberikan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu untuk Penguatan Literasi Masyarakat. Penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan SK Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 80 Tahun 2025. Sebanyak 10.000 lembaga akan menerima bantuan berupa 1.000 judul buku dan satu buah rak buku.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rizki Amelia Putri, selaku Ketua Tim Kerja Pengembangan dan Pembinaan Wilayah III dan IV, dalam acara Sosialisasi Bantuan Bahan Bacaan Bermutu Tahun 2025 yang disiarkan melalui kanal YouTube Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tanggal 17 April 2025.

Pencapaian hasil program tahun 2024 telah memberikan dampak baik bagi lingkungan perpustakaan penerima bantuan buku. Hal tersebut kemudian didokumentasikan dalam buku berjudul Praktik Baik Pemanfaatan Seribu Buku.
Peningkatan minat baca tercermin dari naiknya jumlah pengunjung perpustakaan hingga 96,53 persen.

Jika ketersediaan buku semakin memenuhi ruang baca dalam masyarakat, bukan sesuatu yang mustahil bahwa beberapa tahun ke depan, generasi kita akan terus mengalami kemajuan dalam tingkat literasinya.
Apabila tingkat literasi meningkat, maka akan berdampak pada sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, bahkan ekonomi. Kita hanya tinggal menunggu waktu hingga Indonesia mencapai level kesejahteraan seperti negara-negara maju lainnya.

Seperti menurut Alberta, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan keterampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. (*)


*) Founder Rumah Baca Mahardhika, Cilacap, Jawa Tengah

Editor : AA Arsyadani
#minat baca #literasi digital #perpustakaan nasional #Rumah Baca Mahardhika