Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Menimbang Ancaman Artificial Intelligence (AI)

Nur Wachid • Kamis, 18 Januari 2024 | 03:26 WIB

ILUSTRASI: Kecerdasan Buatan (AI) menjadi perhatian di berbagai belahan dunia (MIKE MACKENZIE VIA JAWA POS) 
ILUSTRASI: Kecerdasan Buatan (AI) menjadi perhatian di berbagai belahan dunia (MIKE MACKENZIE VIA JAWA POS) 

 

Pada salah satu media sosial, ada pengguna yang mengeluhkan foto pribadinya disalahgunakan oleh pengguna anonim. Foto yang ia unggah, diedit menggunakan AI dan terlihat tidak menggunakan busana. Lebih parahnya foto tersebut diperjualbelikan. 

Penulis: Aqshal Ananda Rafi 

Pernahkah teman-teman menyangka? Teknologi AI yang belakang ini sering digunakan berbagai kalangan dapat membantu mempermudah kita dalam mencari suatu informasi dengan kecepatan serta keakuratan hampir 90 persen. AI (Artificial Intelligence) pertama kali dikenalkan pada tahun 1956 ketika para ilmuan merintis inovasi yang dapat mempermudah kerja manusia.

AI merujuk pada kemampuan meniru kecerdasan manusia yang mencangkup beberapa teknik atau metode yang memungkinkan komputer bisa memahami, belajar dan memberikan jawaban atas perintah manusia berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

Saya teringat ketika masa pendemi berlangsung, saat itu saya masih duduk di bangku SMA. Dan di sekolah saya menerapkan pembelajaran secara Online/daring. Kebetulan teman saya yang bernama PH memberitahu sesuatu yang menarik, yakni sebuah website yang bisa membantu menjawab pertanyaan Matematika dengan cara yang cukup simple. Hanya dengan difoto saja, hal itu cukup membuat saya tekejut dan heran.

Baca Juga: SEHAT MENTAL MELALUI KATA

Kok bisa? Setelah dicek jawaban dari website tersebut cukup tepat. Hal ini dapat membantu kita jika mengalami kesulitan saat bertemu dengan persoalan Matematika yang sulit,tapi juga bisa menjadi boomerang bagi kita. Kita akan kecanduan dan lebih mengandalkan website tersebut daripada berusaha sendiri.

Dilansir dari Antara.news (2020)  Kementrian Informasi dan Komunikasi menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan kecerdasan buatan sesuai dengan jalan nasional. Hal itu berarti dalam waktu yang dekat AI akan berkembang pesat, perkembangan AI  sebenarnya tidak salah. Akan tetapi dapat menimbulkan efek ketergantungan. Efek ini sama bahaya dengan ketergantungan pada narkoba.

Kita bisa ambil contoh pada dunia pendidikan. Adanya teknologi AI ini bisa membuat siswa yang memiliki pemikiran kritis cenderung malas, dia lebih memilih mencari informasi dari Ai yang tebilang mudah. Di perplexity.ai misalnya, dengan menggunakan AI ini,para penggunanya bisa dengan mudah mecari informasi dari berbagai topik pembahasan dengan sekali klik, bahkan dilengkapi dengan sumber. Hal tersebut membuat siswa menjadi malas dan tidak kreatif. Siswa mungkin tidak lagi perlu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri.

Baca Juga: Satire Pendidikan Merdeka

Pada salah satu media sosial, ada pengguna yang mengeluhkan foto pribadinya disalahgunakan oleh pengguna anonim. Foto yang ia unggah, diedit menggunakan AI dan terlihat tidak menggunakan busana. Lebih parahnya foto tersebut diperjualbelikan. 

Dari contoh kasus tersebut cukup memberikan gambaran tentang dampak negatif yang di hasilkan AI. Namun,hal itu tergantung pada kebijakan   pengguna,bukan karena AI. Jika pengguna bijak menggunakannya maka AI akan berdampak positif bagi segala aspek. Baik ekonomi,profesi,pendidikan, kesehatan, transportasi dan lain-lain

Solusi yang terbaik bagi kita semua agar bisa menghadapi dan hidup berdampingan dengan AI. Mengetahui beberapa bahaya yang dihasilkan AI. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir pengaruh negatif AI.

Baca Juga: FORMALIN KEKUASAAN

Pertama, membuat kebijakan untuk memastikan pengembangan AI diarahkan untuk kebaikan manusia. Banyak ahli yang berbagi wawasan mereka dalam berbagai penelitan pengembangan AI  dan menyarankan agar ada perubahan menyeluruh dalam pengembangan,regulasi dan sertifikasi sitem otonom. Mereka umumnya mengatakan bahwa tujuan tersebut harus berbasis nilai inklusif, terdesentralisasi, jaringan “yang dipenuhi empati” yang membantu individu memastikan bahwa teknologi memenuhi tanggung jawab sosial dan etika demi kebaikan bersama.

Kedua, Belajar dan beradaptasi. Perkembangan teknologi AI adalah hal yang tak terhindarkan, dan penting bagi kita semua memahami bagaimana AI akan mempengaruhikehidupan manusia. Dengan mempelajari keterampilan baru yang relevan maka akan bisa beradaptasi dengan AI.

Baca Juga: Sparta

Ketiga, berpikir kreatif dalam memaksimalkan AI. AI belum sekreatif manusia,maka dari itu memanfaatkan keahlian berpikir kreatif dalam menggunakan AI secara optimal

Keempat, jadikan AI sebagai teman. Melihat AI sebagai alat yang dapat membantu mencapai tujuan. AI memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan menciptakan peluang baru. Sebagai manusia, hendaknya melihat hal seperti sebagai peluang meningkatkan kreatifitas

Kelima, menguasai AI. Lebih baik menguasai daripada dikuasai, belajar sebanyak mungkin tentang AI dan menjadi ahli dibidang tersebut membuat kita mahir dalam hal tersebut.

 Baca Juga: Kelir Cerita di Balik Persembunyian Ilyas Hussein

Setelah mengetahui dampak negatif dan solusi terkait AI, perlu kita ketahui bahwa AI tidak selamanya memiliki dampak negatif, ada juga dampak positifnya, lantas seperti apa dampak positif dari perkembangan AI?

Pertama,Pembelajaran lebih menarik, pada dunia pendidikan adanya AI akan membantu guru dalam mengembangkan kreatifitas pembelajaran. Guru bisa memanfaatkan AI untuk mencari referensi inovasi pembelajaran.

Kedua, Peningkatan produktifitas, AI juga bisa membantu meningkatkan produktifitas. Jikala pekerjaan rumah bisa dikerjakan oleh produk AloT (Artifical Intelligence Of Things) maka waktu kita untuk bekerja,meningkatkan produktifitas akan bertambah.

Ketiga, lebih mudah mengiklankan barang, bagi pelaku usaha baik jasa maupun barang. Iklan merupakan langkah yang tidak boleh ditinggalkan. Baru ini, meta memperkenalkan 3 fitur AI Generatif guna mempermudah pengiklanan yang menggunakan layanan Ads Manager Meta, yaitu Background Generation, Image Expansion, dan Text Variation. Fitur tersebut bisa membantu mempermudah pelaku usaha.

Baca Juga: Jembatan Mbah Guru

Keempat,mempermudah membuat ilustrasi gambar. Microsoft Bing Image Creator merupakan AI yang bisa membuat ilustrasi gambar apapun dengan cara mendeskripsikan maksud dari gambar yang akan kita buat. Dengan fitur copilot apapun bisa kita tanyakan sesuai dengan keiingan kita.

Kelima, peningkatan keamanan, AI dapat digunakan untuk meningkatan keamanan manusia, baik dilingkungan atau di publik. AI dapat digunakan untuk mengembangkan keamanan. Kunci rumah yang dilengkapi sistem pengenalan wajah juga sangat berguna untuk keamanan rumah.

Keenam, asisten virtual, asisten vertual yang telah ada saat ini adalah Siri, Google Assistant, dan Alexa telah menjadi bagian dari rumah pribadi. Asisten vritual dapat membantu mengatur jadwal,mencari informasi, dan lain-lain.

Baca Juga: Mereka Bilang, Ayahku Koruptor

Ketujuh, peningkatan kualitas hidup, AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, dan transportasi.

Kedelapan, mendorong inovasi dalam pendidikan. AI juga dapat mendorong munculnya inovasi terbaru dalam proses pembelajaran. Seperti inovasi metode pembelajaran agar lebih mudah diterima dan enjoi dinikmati siswa.

Kesembilan, optimisasi proses bisnis. Adanya AI dapat membatu pelaku usaha dalam mengelola data, menganilisis data, mengidentifikasi efisiensi operasional, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan bisnis.

Baca Juga: Ikan Dewa

Kesepuluh, penemuan ilmiah dan medis yang lebih cepat. AI dapat menganlisis data secara cepat melebihi kampuan manusia dan  juga bisa menganilisis data secara besar-besaran. Hal ini memungkinkan peneliti dan ilmuan untuk menemukan pola dan tren yang mungkin terlewatkan oleh manusia.

Meskipun AI memiliki dampak positif yang signifikan dan tentunya mempermudah aktifitas manusia. Juga penting diingat bahwa ada resiko dari setiap penggunaan AI. Diperlukan pengawasan dan regulasi yang tepat untuk memastikan bahwa AI digunakan secara etis dan bertanggung jawab. []

 

BIODATA SINGKAT: Aqshal Ananda Rafi, penulis beralamat di Dkh Krajan, Desa Senepo, Kecamatan Slahung,  Kabupaten Ponorogo, mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo Angkatan 2022 dapat dihubungi melalui kontak 085257225835. 


MAKLUMAT

Jawa Pos Radar Lawu menerima kiriman pembaca berupa cerpen, puisi, opini, esai dan resensi di kolom Sosial-Budaya pada portal radarlawu.jawapos.com. Naskah berupa file Microsoft Word, khusus puisi maksimal lima judul.

Adapun kiriman merupakan karya orisinal, bukan hasil plagiasi karya orang lain, serta belum pernah dipublikasikan. Karya menjadi tanggung jawab penulis. Cantumkan uraian singkat identitas diri, karya dapat dikirim melalui surel ke alamat wachidradarmadiun@gmail.com. Salam.

 

Editor : Nur Wachid
#Aqshal Ananda Rafi #Artifical Intelligence #ai #stkip pgri #ponorogo