Jawa Pos Radar Lawu - Dunia olahraga biliar internasional kini makin ramai dibicarakan berkat aksi memukau dari para pebiliar papan atas dunia.
Salah satu sosok yang paling menyita perhatian pecinta meja hijau adalah Johann Chua, atlet biliar profesional asal Filipina yang dikenal memiliki keahlian tinggi serta ketenangan luar biasa dalam setiap laga.
Memiliki julukan populer "Bad Koi" serta "Bubwit" (Tikus Kecil) di negara asalnya, Johann Chua berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pebiliar terbaik di Asia maupun kancah internasional.
Lahir pada 31 Mei 1992 di Bacolod, Negros Occidental, Filipina, Johann Gonzales Chua sudah menunjukkan minat yang begitu besar terhadap dunia biliar sejak usianya masih sangat muda.
Kejelian dan ketepatannya dalam mengkalkulasi sudut bola membuat bakat alaminya berkembang sangat cepat hingga menembus kompetisi kelas dunia.
Kerja keras yang konsisten membawa nama Chua bertengger di jajaran papan atas peringkat World Nineball Tour (WNT) serta jajaran pebiliar elit World Pool-Billiard Association (WPA).
Perjalanan karier Johann Chua dipenuhi dengan pertarungan sengit di berbagai kejuaraan bergengsi.
Salah satu momen paling bersejarah dalam kariernya terjadi pada turnamen Hanoi Open Pool Championship 2024.
Pada partai final yang menegangkan tersebut, Chua tampil sangat mendominasi dan sukses menumbangkan pebiliar tangguh asal Taiwan, Ko Pin Yi, dengan skor akhir 13-7 untuk mengamankan gelar juara mayor pertamanya di WNT.
Tidak hanya cemerlang di kategori perorangan, Chua juga mencatatkan tinta emas saat tampil membela negaranya.
Pada ajang World Cup of Pool 2023, ia berduet dengan rekan senegaranya, James Aranas.
Pasangan yang awalnya tidak diunggulkan ini secara mengejutkan berhasil membantai lawan-lawan berat hingga akhirnya merebut trofi juara utama dan mempersembahkan gelar World Cup of Pool keempat bagi Filipina.
Prestasi internasional Chua kian mentereng ketika ia dipercaya memperkuat Team Asia pada ajang beregu bergengsi Reyes Cup.
Bersama rekan-rekan setimnya, Chua sukses meraih gelar juara Reyes Cup edisi perdana tahun 2024 dan mempertahankan supremasi tersebut dengan kembali menjuarai Reyes Cup 2025.
Kemenangan ini terasa sangat emosional baginya karena ajang bergengsi tersebut diselenggarakan di tanah airnya sendiri dan dinamai dari legenda biliar dunia, Efren "Bata" Reyes.
Dominasi Chua di kancah regional Asia dan ajang terbuka internasional juga dibuktikan lewat berbagai kejuaraan lain yang berhasil dikuasainya.
Ia mengoleksi dua gelar kejuaraan bergengsi All Japan Championship pada edisi 2015 dan 2017, di mana pada edisi 2017 ia menang telak 11-2 atas Jundel Mazon di partai puncak.
Di tingkat regional Asia Tenggara, Chua berhasil menyabet medali emas pada SEA Games 2021 di Hanoi setelah mengalahkan pebiliar senior Filipina, Carlo Biado, dengan skor 9-6 di nomor tunggal 9-Ball.
Koleksi trofinya terus bertambah seiring kemenangannya di ajang Dubai Knightshot Open serta Marboys Open.
Dengan konsistensi permainan yang terus meningkat dan rentetan gelar juara yang dihimpunnya.
Johann Chua telah membuktikan diri sebagai pahlawan olahraga bagi masyarakat Filipina sekaligus ancaman nyata bagi para pebiliar elit dunia lainnya.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Matchroom Pool, World Nineball Tour (WNT), Asian Pool Federation