sumber gambar: instagram
Jawa Pos Radar Lawu - Jika membicarakan jajaran atlet bola sodok paling disegani di dunia saat ini, nama Joshua Filler pasti berada di barisan terdepan.
Atlet biliar kelahiran Bönen, Jerman, pada 2 Oktober 1997 ini memang dikenal sebagai sosok yang sangat mendominasi kancah biliar internasional. Di atas meja hijau, publik menjulukinya "The Killer".
Sebutan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari gaya bertandingnya yang tergolong sangar sangat agresif, cepat mengambil keputusan, punya akurasi pukulan yang nyaris sempurna, serta selalu tampil tenang di bawah tekanan tinggi.
Minat dan Bakat Luar Biasa Sejak Kecil
Kecintaan Joshua Filler pada biliar sudah memancar sejak usianya baru tujuh tahun.
Ketika anak-anak sebayanya masih asyik bermain biasa, Filler justru sibuk mengasah kemampuannya memegang stik biliar.
Kerja keras dan bakat alaminya terbukti manis saat ia mulai dilirik di kompetisi tingkat nasional Jerman pada umur sepuluh tahun.
Titik balik kariernya di tingkat dunia terjadi pada edisi Mosconi Cup 2017.
Di turnamen beregu paling bergengsi tersebut, Filler terdaftar sebagai pemain paling muda sepanjang sejarah Tim Eropa pada usia 20 tahun.
Menariknya, ia tak cuma meramaikan kompetisi, tetapi juga berhasil mengantar timnya merengkuh trofi sekaligus menyabet penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Sederet Gelar Bergengsi Tingkat Dunia
Sejak momentum emas tersebut, karier profesional Filler langsung melonjak pesat.
Pada tahun 2018, ia membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu raja biliar dunia usai mengamankan gelar WPA World Nine-ball Championship.
Prestasi ini disusul oleh kesuksesannya memuncaki ranking satu dunia WPA serta menjuarai turnamen legendaris U.S. Open Nine-ball Championship di tahun 2019.
Ketangguhannya tak berhenti di situ pada tahun 2024 ia kembali menambah koleksi trofi utama dengan menjuarai WPA World Eight-ball Championship.
Tak kalah mentereng, Filler membuat rekor baru dengan menjuarai UK Open Pool Championship dua kali (tahun 2022 dan 2026), menjadikannya atlet pertama yang sanggup mengawinkan dua trofi di turnamen major tersebut.
Dominasi Berkelanjutan di Kancah Internasional
Pebiliar bertangan kidal ini juga dikenal sangat konsisten saat berlaga di berbagai ajang bergengsi lainnya.
Di nomor beregu dan open internasional, Filler sukses membawa pulang trofi World Cup of Pool 2021 bersama rekan senegaranya Christoph Reintjes, trofi World Pool Masters 2022, medali emas World Games Nine-ball Singles 2022, hingga WPA World Mixed Teams Ten-ball Championship 2023.
Ia juga mencatatkan rekor dominasi dengan tiga kali menjuarai China Open Nine-ball Championship (2017, 2023, dan 2024).
Seri kejuaraan lain seperti Predator Las Vegas Open, European Open Nine-ball Championship 2025, serta ajang Derby City Classic turut menjadi saksi kehebatannya.
Raja Seri Euro Tour dan Pilar Utama Tim Eropa
Dalam persaingan Mosconi Cup melawan Tim Amerika Serikat, kehadiran Filler hampir selalu menjadi kartu as bagi Tim Eropa.
Ia sukses membantu timnya meraih kemenangan pada edisi 2017, 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2025.
Dari sekian banyak edisi tersebut, tiga di antaranya berhasil mengukuhkan namanya sebagai pemain terbaik (MVP), yakni pada edisi 2017, 2022, dan 2023.
Di lingkup Benua Biru sendiri, namanya kian sukar tertandingi berkat puluhan gelar dari seri Euro Tour (seperti Austria Open, Treviso Open, Lasko Open, Italian Open, Estonian Open, hingga Luxembourg Open) serta gelar Kejuaraan Biliar Eropa di nomor 10-ball, 9-ball, dan 14.1 Straight Pool.
Lewat kombinasi rekor individu, gelar kejuaraan dunia, dan deretan prestasi beregu yang diukirnya, Joshua Filler tak sekadar menjadi lawan yang paling ditakuti di meja biliar.
Lebih jauh dari itu, ia telah mencatatkan namanya sebagai salah satu legenda hidup yang paling berpengaruh dalam sejarah olahraga biliar modern.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Pro Billiard Series, World Nineball Tour (WNT), AZBilliards, Wikipedia