Jawa Pos Radar Lawu - Perkembangan olahraga biliar nasional saat ini kian berkibar seiring lahirnya para atlet putri bertalenta yang sanggup mengukir prestasi, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Di antara jajaran nama besar yang mengisi panggung biliar tanah air, sosok Annita Kanjaya hadir sebagai salah satu atlet yang paling disegani.
Atlet kelahiran 17 September 1994 yang mengusung bendera klub JFlowers ini sangat dikenal lewat gaya bertandingnya yang tenang, perhitungan sudut bola yang presisi, serta akurasi pukulan tangan kanan yang kerap menjadi pembeda di setiap laga.
Perjalanan karier Annita di arena biliar profesional ditempuh melalui proses panjang dan gemblengan kompetisi yang intens sejak level daerah.
Bakat dan potensinya mulai menarik perhatian publik sewaktu ia tampil sangat dominan pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat.
Dalam kompetisi regional tersebut, Annita sukses membawa pulang total enam medali, yang terdiri dari 2 medali emas, 2 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Raihan mengagumkan ini tak sekadar melambungkan namanya di tingkat provinsi, tetapi juga melicinkan jalannya menuju panggung biliar nasional.
Langkah kariernya kian melesat sewaktu mendapat kepercayaan membela Jawa Barat pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021.
Turut berlaga di nomor ganda putri berdampingan dengan Amanda, Annita menyuguhkan koordinasi permainan yang padu serta ketenangan mental di momen-momen kritis.
Berkat penempatan bola yang cermat dan strategi pertahanan yang kokoh, pasangan ini berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi tim biliar Jawa Barat.
Keberhasilan di PON Papua tersebut makin menegaskan posisinya di deretan pebiliar putri terdepan Indonesia.
Kedisiplinan dan konsistensi Annita terus membuahkan hasil di berbagai ajang sirkuit nasional berikutnya.
Momen krusial lainnya tercipta pada ajang Women Tour 9-Ball Championship tahun 2024 yang digagas POBSI bersama JFlowers.
Memulai turnamen dari urutan keempat klasemen nasional, Annita tampil menggebrak hingga menembus babak final.
Di partai puncak yang berlangsung alot, ia berhasil menundukkan pebiliar tangguh Nony Krystianti Putriyanti.
Gelar juara yang diraihnya tersebut tak hanya menambah koleksi trofinya, tetapi juga membawa Annita melesat ke posisi puncak peringkat nasional putri.
Berkat rekam jejak prestasi yang konsisten di dalam negeri, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) tanpa ragu mempercayakan Annita Kanjaya untuk membawa nama Indonesia di ajang internasional.
Salah satu kesempatan emas didapatnya saat ditunjuk menjadi wakil Merah Putih di kejuaraan World Confederation of Billiard Sports (WCBS) Championship 2024 yang diselenggarakan di Kielce, Polandia.
Kesempatan berhadapan dengan pebiliar-pebiliar terbaik dari beragam belahan dunia ini menjadi modal berharga yang semakin memperkaya pengalamannya di atas meja hijau.
Pengalaman internasional Annita terus bertambah seiring keikutsertaannya dalam berbagai seri bergengsi dunia, seperti Predator WPA Women's World Championship untuk kategori 8-Ball, 9-Ball, dan 10-Ball, hingga ajang Las Vegas Women's Open.
Buah dari ketekunan dan kerja kerasnya tersebut makin terlihat pada gelaran Asian 9-Ball Championship Woman 2026, di mana ia sukses menembus posisi 5 besar Asia.
Pencapaian ini membuktikan bahwa atlet biliar putri Indonesia memiliki kualitas mumpuni yang sanggup bersaing sejajar dengan pemain-pemain kelas dunia.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Okezone Sports, Billiard Walker, Inside Spin, Antara News