Irsal Nasution Tampil Ciamik Ladeni Legenda Biliar Amerika Shane Van Boening di World 10-Ball 2026

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 08:32 WIB
Irsal Afrineza Nasution memberikan perlawanan sengit saat bertemu legenda biliar dunia Shane Van Boening
sumber gambar: youtube
Irsal Afrineza Nasution memberikan perlawanan sengit saat bertemu legenda biliar dunia Shane Van Boening
sumber gambar: youtube

Jawa Pos Radar Lawu - Panggung kejuaraan biliar paling bergengsi tahun ini, 2026 WPA Men’s 10-Ball World Championship yang merupakan bagian dari agenda bergengsi Pro Billiard Series di Vietnam, benar-benar menyajikan duel yang bikin penonton senyam-senyum sekaligus tegang.

Bagaimana tidak, pebiliar andalan tanah air, Irsal Afrineza Nasution, harus berjumpa langsung dengan salah satu raksasa sekaligus legenda hidup biliar dunia asal Amerika Serikat, Shane Van Boening.

Pertemuan dua nama besar ini terjadi di babak Losers Round 2 (LR2). Seperti yang diketahui para pencinta bola sodok, fase ini bisa dibilang sebagai "jalur neraka" karena mengusung sistem gugur yang sangat kejam.

Siapapun yang kalah harus merelakan tiketnya dan langsung angkat koper dari Vietnam, sedangkan sang pemenang berhak melanjutkan napas perjuangan menuju babak kualifikasi gugur berikutnya.

Bagi Irsal Nasution, laga ini bukan sekadar urusan menang atau kalah di atas kertas. 

Laga melawan Van Boening menjadi ujian mental berskala internasional sekaligus pembuktian bahwa kualitas pebiliar Indonesia sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata saat disandingkan dengan jawara-jawara dunia.

Sejak bola pertama di-break, atmosfer panas dan tegang langsung terasa menyelimuti arena pertandingan Box Billiards Vietnam.

Shane Van Boening, pebiliar kawakan yang dijuluki "The South Dakota Kid" dan sudah mengantongi sederet gelar Juara Dunia, langsung unjuk gigi.

Van Boening tampil sangat dominan lewat benturan break yang menggelegar serta penguasaan bola putih (cue ball) yang luar biasa presisi.

Setiap kali mendapat posisi meja terbuka, ia menyapu bersih bola demi bola tanpa memberi ampun.

Namun, Irsal Nasution tidak lantas ciut nyali melihat nama besar sang lawan.

Berbekal pengalaman panjang di kancah nasional maupun Asia, atlet kebanggaan Indonesia ini merespons gempuran Van Boening dengan permainan taktis yang sangat dingin.

Irsal memilih tidak terburu-buru dan memainkan strategi safety play alias adu pertahanan yang amat rapat.

Beberapa kali Irsal sukses menyembunyikan bola putih di balik barisan bola sasaran, membuat Van Boening terpaksa memutar otak dan melakukan tembakan kick atau jump shot berisiko tinggi.

Trik pertahanan cerdik dari Irsal ini terbukti ampuh merusak ritme permainan cepat yang biasa diperagakan oleh pebiliar asal Negeri Paman Sam tersebut.

Memasuki pertengahan laga, pertarungan kian memanas dan menguras emosi.

Perlu diingat, format permainan Bola 10 (10-Ball) membutuhkan tingkat kecermatan yang jauh lebih rumit daripada Bola 9 (9-Ball).

Sistem call-shot yang mewajibkan pemain menunjuk nomor bola dan lubang sasaran membuat setiap keputusan harus dihitung secara matang.

Kejar-kejaran poin tak terelakkan di setiap rack. Irsal sempat memanfaatkan beberapa celah kecil dari tembakan Van Boening yang kurang sempurna untuk mengamankan poin-poin krusial dan menjaga selisih skor tetap rapat.

Aksi saling balas pukulan dan adu ketenangan ini sontak mengundang decak kagum dari para penonton yang hadir di lokasi maupun jutaan pasang mata yang menyaksikan siaran langsung Pro Billiard Series di seluruh dunia.

Ketenangan Irsal saat mengeksekusi tembakan-tembakan sulit bertekanan tinggi memperlihatkan betapa matangnya kualitas bertanding yang dimiliki oleh pebiliar Indonesia masa kini.

Meskipun harus bertarung di bawah tekanan besar turnamen sekelas World Championship, daya juang pantang menyerah yang diperlihatkan oleh Irsal Nasution melahirkan apresiasi luar biasa dari komunitas biliar internasional.

Penampilan cemerlang Irsal saat merepotkan megabintang sekelas Shane Van Boening menjadi bukti nyata bahwa biliar Indonesia makin diperhitungkan dan siap bersaing di jajaran teratas panggung dunia.

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Box Billiards, Pro Billiard Series Vietnam 2026
Biliar Indonesia Irsal Nasution Shane Van Boening 2026 WPA Mens 10-Ball World Championship