sumber gambar: azbilliards.com
Jawa Pos Radar Lawu - Panggung biliar dunia kembali dibuat berdecak kagum oleh aksi spektakuler pebiliar asal Spanyol, Francisco Sanchez Ruiz.
Atlet biliar kelas dunia yang akrab disapa "El Ferrari" tersebut berhasil menobatkan dirinya sebagai raja baru sekaligus merengkuh gelar juara dalam ajang turnamen paling bergengsi, 2026 US Open Pool Championship, yang digelar di arena Embassy Suites, Frisco, Texas.
Keberhasilan luar biasa ini dicapai setelah Sanchez Ruiz menyajikan pertarungan sengit dan penuh tekanan tinggi saat berhadapan dengan bintang muda berbakat asal Hong Kong, Robbie Capito, di partai final.
Pertandingan pamungkas yang memainkan nomor 9-Ball edisi ke-49 ini menyuguhkan aksi saling kejar angka yang sangat menegangkan dari awal hingga akhir.
Sanchez Ruiz berhasil mengunci kemenangan tipis dengan skor akhir 13–12 dalam laga berdurasi panjang yang harus ditentukan lewat babak pamungkas (hill-hill).
Hasil manis ini tak hanya membuat pebiliar asal Negeri Matador tersebut kembali mengenakan jas hijau (green jacket) khas kebanggaan US Open untuk kedua kalinya setelah kemenangan pertamanya di tahun 2022, tetapi juga menempatkan namanya dalam jajaran elit sejarah biliar dunia.
Perjalanan Sanchez Ruiz menuju tangga juara pada edisi kali ini sejatinya sama sekali tidak berjalan mulus.
Sejak babak-babak awal turnamen, pebiliar Spanyol ini sudah harus memeras keringat dingin dan menghadapi rintangan berat.
Ia bahkan sempat tersungkur ke losers bracket di awal gelaran usai mengalami kekalahan mengejutkan dari pebiliar Serbia, Ivica Putnik.
Namun, alih-alih patah semangat, kekalahan tersebut justru menjadi titik balik bagi Sanchez Ruiz untuk bangkit melibas setiap lawan di jalur penyisihan hingga akhirnya menembus babak utama dan melaju mulus ke partai puncak.
Di sisi lain, Robbie Capito tampil luar biasa sepanjang gelaran turnamen dan menjadi ancaman nyata bagi para pemain veteran.
Di partai final, Capito menunjukkan ketenangan yang matang meskipun usianya masih sangat muda.
Pebiliar Hong Kong ini bahkan sempat membuat publik Frisco menahan napas ketika ia berhasil mengendalikan tempo permainan dan unggul lebih dulu hingga menyentuh angka hill di kedudukan 12–10.
Pada momen tersebut, Capito hanya membutuhkan satu rack lagi untuk mengamankan gelar Major pertama dalam karier profesionalnya.
Namun, pengalaman dan mental baja yang dimiliki Sanchez Ruiz terbukti menjadi pembeda di momen-momen paling krusial.
Memanfaatkan sedikit celah serta tekanan berat yang mulai membayangi lawan saat Capito gagal memasukkan bola krusial pada rack ke-23, Sanchez Ruiz langsung mengambil alih kendali meja dengan sangat tenang.
Tanpa melakukan kesalahan sedikit pun, Sanchez Ruiz menyapu bersih sisa bola untuk menipiskan jarak menjadi 12–11, lalu melanjutkan dominasinya di rack berikutnya hingga memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan hill-hill di skor 12–12.
Pada rack ke-25 yang menjadi penentu hidup dan mati kedua pemain, atmosfer pertandingan di dalam arena terasa sangat mencekam.
Sanchez Ruiz yang mendapatkan kesempatan setelah Capito melakukan tembakan bertahan (safety shot) yang kurang sempurna, mengeksekusi sisa bola di atas meja hijau dengan sangat dingin dan akurat.
Sorak-sorai penonton langsung pecah saat bola nomor 9 berhasil masuk ke dalam kantong meja, memastikan kemenangan dramatis bagi pebiliar Spanyol tersebut.
Dengan hasil ini, Francisco Sanchez Ruiz resmi tercatat sebagai pemain ke-10 sepanjang 49 tahun sejarah gelaran US Open Pool Championship yang sukses menjuarai turnamen ini lebih dari satu kali.
Selain mengamankan trofi legendaris dan jas hijau, Sanchez Ruiz berhak membawa pulang hadiah uang tunai utama sebesar USD 100.000 (sekitar Rp 1,5 Miliar) dari total dana hadiah turnamen yang mencapai USD 500.000.
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisinya di jajaran teratas pemeringkatan World Nineball Tour (WNT).
Sementara itu, Robbie Capito harus puas menyandang predikat runner-up dan berhak atas hadiah uang sebesar USD 50.000.
"Sensasinya benar-benar luar biasa dan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Saya telah mengerahkan seluruh jiwa dan kemampuan saya sepanjang minggu ini untuk bisa berdiri di sini sebagai juara, dan rasanya sangat bersyukur semua kerja keras itu terbayar tuntas. Robbie adalah pebiliar yang luar biasa, dia memberikan perlawanan yang sangat sengit di final hari ini. Ketika posisi saya tertinggal di angka 12, saya hanya mencoba untuk tetap tenang, percaya pada proses, dan bertarung sampai bola terakhir," ungkap Sanchez Ruiz saat memberikan keterangan usai pengangkatan trofi.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Matchroom Pool, World Nineball Tour (WNT)