Fajar Alamri, Bocah Ajaib 5 Tahun Asal Tolitoli Curi Perhatian di Carabao International Open 2026

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:14 WIB
Kisah Fajar Alamri Bocah Ajaib di Atas Meja Biliar!
sumber gambar: instagram
Kisah Fajar Alamri Bocah Ajaib di Atas Meja Biliar!
sumber gambar: instagram

Jawa Pos Radar Lawu -  Dunia olahraga biliar Indonesia sedang dihebohkan oleh kemunculan sesosok bintang cilik berbakat luar biasa asal Kelurahan Baru, Kecamatan Baulan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah

Namanya Fajar Alamri Bocah mungil yang lahir pada 25 Oktober 2020 ini sukses mencuri perhatian publik olahraga internasional setelah mencatatkan namanya sebagai peserta termuda dalam kejuaraan bergengsi Carabao International Open (CIO) 2026 yang berlangsung pada 4-8 Februari 2026 di Indonesia

Meski umurnya baru menginjak 5 tahun dan saat ini masih mengecap pendidikan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Fajar nekat turun di kategori Junior International

Di kelas tersebut, ia harus berhadapan langsung dengan lawan-lawan tangguh yang usianya jauh di atas dirinya, yakni berkisar antara 12 hingga 15 tahun. Selisih usia yang terhitung sangat jauh itu sama sekali tidak menyurutkan mental dan nyali sang bocah ajaib

Kehadiran Fajar di arena pertandingan menyajikan pemandangan unik sekaligus berkelas. Lantaran tinggi badannya yang belum sebanding dengan tinggi meja biliar standar kompetisi dunia, Fajar harus selalu membawa dan menaiki bangku atau papan pijakan kayu setiap kali akan mengeksekusi bola putih (cue ball)

Namun, begitu stik biliar berada di tangannya, gaya memegang stik, bentukan kuda-kuda tangan (bridge), hingga ketajaman matanya saat membidik bola sasaran menunjukkan kualitas serta ketenangan yang tidak biasa untuk anak seumurannya

Perjalanan Fajar di kejuaraan kelas dunia yang mencatatkan Rekor MURI dengan total 341 peserta dari 31 negara ini pun terbilang penuh warna. Langkah Fajar baru terhenti secara dramatis di babak eliminasi kedua setelah kalah tipis dalam skema hill-hill atau gim penentuan akhir

Tangis Fajar pun sempat pecah seusai kekalahan tipis tersebut sebuah reaksi yang sangat polos dan wajar bagi seorang anak yang masih balita

Meskipun demikian, daya juang pantang menyerah serta aksi ciamiknya di meja biliar sukses memanen tepuk tangan riuh dan rasa kagum dari penonton serta atlet-atlet profesional dunia

Latar belakang bakat Fajar ternyata tidak lepas dari lingkungan keluarganya. Fajar merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, putra dari Jafar Alamri

Jafar sendiri dikenal sebagai atlet biliar berprestasi asal Tolitoli yang juga mengelola bisnis rumah biliar di daerahnya. Dari arena meja biliar milik sang ayah inilah ketertarikan Fajar mulai tumbuh sejak ia baru berusia 3 tahun

Kala itu, Fajar sudah mulai terbiasa memegang stik dan menyodok bola. Melihat ketajaman daya ingat, pemahaman arah bola, serta koordinasi fisik sang anak yang di atas rata-rata, sang ayah mulai memberikan latihan terfokus dan terarah selama kurun waktu enam bulan belakangan

Sebelum menghentakkan panggung internasional di CIO 2026, Fajar bahkan sudah pernah menguji kemampuannya pada ajang turnamen biliar lokal di Sulawesi Tengah

Uniknya, saat itu turnamen digelar tanpa adanya pembatasan usia, sehingga Fajar terpaksa harus melawan para pebiliar dewasa. Hasilnya luar biasa bocah 5 tahun tersebut sukses menembus babak delapan besar dan beberapa kali menundukkan pemain dewasa senior

Menurut sang ayah, pengiriman Fajar ke berbagai ajang kompetisi bukanlah demi mengejar gelar juara semata, melainkan sebagai fondasi awal untuk menempa mental bertanding serta karakter pantang menyerah sejak dini

Potensi masif yang dimiliki Fajar tak lantas berlalu begitu saja. Aksi memukaunya di CIO 2026 langsung memikat manajemen Carabao Billiards Indonesia

Secara resmi, Fajar Alamri kini telah direkrut untuk masuk dan bergabung ke dalam Carabao Junior Pro Team guna mendapatkan fasilitas penunjang dan pembinaan jenjang karir jangka panjang

Di sisi lain, Pengprov POBSI Sulawesi Tengah juga menilai kasus Fajar sebagai momentum penting untuk membina atlet usia dini secara profesional dan berstandar nasional agar bakat emasnya terus terasah hingga masa mendatang

Kendati banjir dukungan dan berbagai tawaran terus mengalir, Jafar Alamri menegaskan bahwa prioritas utama Fajar saat ini adalah melatih mental bertanding sembari tetap memprioritaskan pendidikan formal di sekolah

Perjalanan Fajar Alamri menjadi bukti nyata bagi masyarakat luas bahwa bakat dan semangat tinggi tidak pernah dibatasi oleh umur maupun ukuran fisik.

Kehadiran pebiliar cilik asal Tolitoli ini kini menyalakan harapan baru bagi masa depan olahraga biliar Indonesia untuk bisa bersaing di kancah dunia

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

 

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Carabao Billiards Official, ANTARA News Sulteng, detikSulsel, Bola.com
Biliar Indonesia Fajar Alamri Pebiliar Cilik Carabao International Open 2026 tolitoli