Mengenal Annabella Putri Yohana, Pebiliar Muda Indonesia yang Sukses Menembus Kancah Internasional

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:24 WIB
Berawal Dari Inspirasi sang Ayah, Hingga Kancah Internasional!
sumber gambar: instagram
Berawal Dari Inspirasi sang Ayah, Hingga Kancah Internasional!
sumber gambar: instagram

Olahraga biliar di Indonesia dalam waktu yang cukup lama kerap diidentikkan sebagai arena yang didominasi oleh kaum pria. Citra tempat hiburan malam sempat melekat kuat pada cabang olahraga ini. 

Namun, pandangan tersebut perlahan tapi pasti luntur seiring bermunculannya para pebiliar putri muda yang tidak hanya tampil percaya diri di atas meja, tetapi juga mampu mendulang prestasi gemilang bagi Tanah Air.

Salah satu nama pebiliar wanita yang kini paling menyedot perhatian di panggung olahraga nasional maupun internasional adalah Annabella Putri Yohana. Perempuan muda yang akrab disapa Anna atau Anabel ini berasal dari Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Di usianya yang masih sangat muda, Anna telah memantapkan dirinya sebagai salah satu srikandi andalan bagi Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Jawa Timur serta Tim Nasional Biliar Indonesia.

Jejak Awal, Kehangatan Keluarga, dan Inspirasi Sang Ayah

Perjalanan karier Anna hingga bisa berdiri tangguh di panggung internasional bukanlah cerita manis yang didapat dalam semalam. Lingkungan keluarga menjadi kawah candradimuka utama yang membentuk bakat, karakter, dan ketajamannya di atas meja biliar. Anna mulai memegang stik biliar sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ia diperkenalkan dengan olahraga biliar ini oleh almarhum ayahnya, Johan Suhartono, serta sang ibu, Mona Johan. Keluarga Anna memang bisa dikatakan sebagai 'dinasti' biliar di Jawa Timur. Sang kakak kandung, Emilia Putri Rahmanda (yang akrab disapa Amel), merupakan pebiliar putri andalan yang telah lebih dulu menembus jajaran atlet elite nasional.

Anna kecil kerap mengamati sang kakak berlatih, hingga akhirnya ikut terjun dan menjadikan sang kakak sebagai lawan sparring harian di rumah maupun di rumah biliar setempat.

Namun, kariernya di masa kecil tak selalu berjalan lurus. Anna sempat mengalami fase kejenuhan dan patah semangat (mutung) akibat menderita kekalahan beruntun dalam sebuah turnamen junior.

Rasa kecewa tersebut sempat membuatnya berpaling dari meja biliar dan mencoba peruntungan di cabang olahraga atletik, khususnya cabang lompat jauh. Di cabang atletik, Anna ternyata juga menunjukkan potensi besar hingga sempat masuk dalam proyeksi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Melihat sang putri terpecah fokusnya antara biliar dan atletik, almarhum Johan Suhartono memberikan sebuah nasihat penting yang kelak menjadi titik balik terbesar dalam hidup Anna. Sang ayah meminta Anna untuk berani mengambil keputusan tegas dan fokus penuh pada satu bidang jika ingin mencapai puncak prestasi tertinggi.

Wejangan mendalam tersebut akhirnya mengetuk hati Anna untuk mantap kembali memegang stik biliar dan mendedikasikan seluruh hidupnya di olahraga ini.

Ujian Berat Kehilangan Mentor dan Kebangkitan Sang Srikandi

Di tengah masa-masa perkembangan tekniknya, ujian terberat dalam karier dan kehidupan keluarga Anna terjadi pada tahun 2017. Sang ayah yang selama ini berperan bukan hanya sebagai sosok orang tua, tetapi juga manajer, pelatih fisik, pelatih mental, sekaligus pahlawan pendamping yang setia mengantarnya bertanding ke berbagai kota, dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa karena sakit.

Kehilangan sosok mentor utama sempat membuat mental bertanding Anna dan kakaknya terguncang hebat. Kehadiran sang ayah di pinggir lapangan biasanya menjadi sumber ketenangan dan rasa percaya diri bagi mereka.

Namun, di tengah duka mendalam tersebut, sang ibu, Mona Johan, tampil luar biasa menguatkan fondasi keluarga. Sang ibu mengambil alih peran pendamping dan terus membakar semangat juang kedua putri kesayangannya agar tidak menyerah pada keadaan dan tetap berjuang mewujudkan impian almarhum ayah mereka.

Kedisiplinan Keras dan Penggemblengan Fisik-Mental

Kembali ke meja biliar dengan semangat baru, Anna menerapkan kedisiplinan yang sangat tinggi. Bagi Anna, biliar bukan sekadar permainan ketangkasan memukul bola, melainkan perpaduan antara perhitungan matematika, kontrol emosi yang stabil, serta daya tahan fisik yang prima.

Demi bersaing di level teratas, Anna menjalani porsi latihan yang sangat ketat. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan waktu hingga 7 sampai 8 jam di depan meja biliar untuk mengasah presisi pukulan, posisi cue ball, hingga penyelesaian skenario bola yang rumit. 

Latihan ini juga diimbangi dengan penggemblengan fisik untuk menjaga stamina agar tetap fokus saat bertanding dalam durasi panjang yang menguras energi dan pikiran.

Sederet Prestasi Domestik hingga Puncak SEA Games 2025

Hasil dari dedikasi tanpa henti itu mulai membuahkan hasil manis. Secara konsisten, nama Annabella Putri Yohana menembus podium di berbagai kejuaraan daerah dan nasional:

Tak puas hanya berjaya di kancah domestik, Anna terus melebarkan sayapnya ke tingkat Asia dan Internasional. Ia mewakili Indonesia di berbagai ajang bergengsi seperti Saigon Women's 9-Ball Open di Vietnam, Asian 10-Ball Women Championship, hingga Asian Women Heyball Championship.

Puncak pembuktian kualitasnya di panggung olahraga internasional terukir manis pada ajang SEA Games Thailand 2025. Membela kontingen Merah Putih, Anna tampil luar biasa dan sukses menyumbangkan tiga medali sekaligus bagi Indonesia:

  1. Medali Perak nomor Team Snooker Fifteen Reds (berpasangan dengan Emilia Putri Rahmanda)

  2. Medali Perak nomor Team Snooker Six Reds (berpasangan dengan Emilia Putri Rahmanda)

  3. Medali Perunggu nomor perorangan Single Snooker Fifteen Reds

Pencapaian meraih dua medali perak bersama sang kakak di ajang se-Asia Tenggara tersebut terasa sangat emosional. Anna dan Amel mendedikasikan kemenangan tersebut secara khusus untuk mendiang ayah mereka yang telah menanamkan mimpi besar itu sejak mereka masih kecil.

Karakter Membumi dan Harapan Masa Depan Biliar Indonesia

Meskipun telah menjadi atlet sukses dengan deretan trofi dan bonus kejuaraan, siswi lulusan SMAN 1 Kejayan ini tetap dikenal sebagai pribadi yang santun, ramah, dan membumi. Ia tak ragu untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para atlet cilik di daerah asalnya yang ingin mengikuti jejaknya.

Bagi Anna, seluruh pencapaian ini barulah babak awal dari perjalanan panjangnya. Di usianya yang masih sangat muda, Annabella Putri Yohana memegang mimpi yang lebih besar membawa bendera Merah Putih berkibar di podium tertinggi Kejuaraan Dunia Biliar.

Perjuangan, keteguhan hati, dan dedikasi Anna menjadi bukti nyata bahwa anak daerah dari Pasuruan mampu menembus batas dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Detik.com, okezone.com, Kemenpora
Profil Atlet Annabella Putri Yohana POBSI Jatim SEA Games 2025