Pebiliar Muda Berbakat Kota Malang yang Kian Berprestasi di Meja Biliar

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:05 WIB
Sangat Tajam di Usianya yang Masih Muda, Enjelika Tampil Mengerikan di Meja Biliar!
sumber gambar: instagram
Sangat Tajam di Usianya yang Masih Muda, Enjelika Tampil Mengerikan di Meja Biliar!
sumber gambar: instagram

Dunia biliar Indonesia belakangan ini semakin semarak dengan bermunculannya talenta-talenta muda berbakat. Salah satu nama yang makin santer diperbincangkan adalah Enjelika Fitri, atlet biliar wanita asal Kota Malang yang kerap mencuri perhatian di berbagai ajang kejuaraan daerah maupun tingkat provinsi.

Lewat ketenangan, akurasi tembakan yang presisi, serta mental bertanding yang kokoh, pebiliar yang akrab disapa Enjel ini membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu aset berharga bagi masa depan olahraga biliar tanah air.

Perjalanan karier Enjelika tidak diraih dengan cara yang instan. Berawal dari hobi dan ketertarikan mendalam pada cabang olahraga yang mengandalkan taktik serta konsistensi tinggi ini, ia tekun mengasah kemampuannya di bawah gemblengan tim pelatih Kota Malang.

Kerja keras dan disiplin latihan yang ia jalani berbuah manis saat dirinya dipercaya masuk dalam kontingen utama Kota Malang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VIII 2023 di Kota Mojokerto.

Perjalanan Penuh Dinamika di Porprov Jatim VIII 2023

Ajang Porprov Jatim VIII 2023 menjadi panggung pembuktian sekaligus ujian mental yang sangat berharga bagi Enjelika Fitri. Dalam gelaran ini, ia tampil di beberapa nomor pertandingan dan menunjukkan kualitas permainan yang berada di atas rata-rata.

Pada nomor Single Bola 10 Putri, Enjelika sempat mengalami momen dramatis yang menguji ketangguhan mentalnya. Di laga final tersebut, Enjelika tampil meyakinkan sejak menit awal. Akurasi tembakan yang tajam dan kontrol bola yang efisien membuatnya mampu mendikte jalannya pertandingan.

Tembakan terakhirnya di bola 10 sebenarnya berhasil masuk dengan sempurna dan tinggal selangkah lagi menuju medali emas. Namun sayang, kegembiraan itu harus tertunda karena nilainya dianulir akibat aturan teknis call shot (kewajiban menunjuk pocket atau bola sasaran sebelum melakukan tembakan).

Akibat kesalahan teknis kecil tersebut, kesempatan dimanfaatkan oleh lawan dan Enjelika harus puas membawa pulang medali perak. Meski sempat merasa kesal dengan kekhilafan tersebut, Enjelika menunjukkan kedewasaan dan jiwa sportif yang tinggi.

"Kesal juga sih, karena harusnya aku tak melakukan itu. Tapi tak apa-apa, ini pertandingan yang sangat berharga buat aku, jadi aku tetap bangga dan senang bisa membawa pulang perak," ungkap Enjelika seusai laga.

Sang pelatih, Indra Prasetyo, juga memuji kualitas Enjelika yang dinilainya memang di atas rata-rata dan mengapresiasi semangat fair play yang ditunjukkan sang atlet.

Bangkit dan Tampil Dominan di Nomor Single Bola 9 Putri

Kegagalan meraih emas di nomor Bola 10 tidak membuat mental Enjelika runtuh. Justru pengalaman tersebut menjadikannya tampil jauh lebih fokus dan makin tak terbendung di nomor Single Bola 9 Putri.

Bertanding di partai final melawan wakil dari Kabupaten Pasuruan, Enjelika tampil luar biasa dan dideskripsikan bermain overkill. Ia memenangkan pertandingan dengan skor telak 4-0 tanpa balas.

Kondisi fisik yang prima, tingkat kepercayaan diri yang tinggi, serta pukulan keras yang sangat akurat membuat lawannya tidak berkutik sepanjang laga. Enjelika menyelesaikan pertandingan dalam tempo yang sangat cepat dan efektif.

Asisten Pelatih Biliar Kota Malang, Bagus Setyo, memberikan pujian setinggi langit atas penampilan Enjelika di babak final tersebut. Menurutnya, Enjelika bertanding dengan sangat luar biasa, cepat, serta presisi, yang menampilkan kualitas asli dari sang atlet.

Menariknya, meskipun menang dengan dominasi mutlak, Enjelika tetap bersikap rendah hati. Ia tidak sedikit pun mengecilkan kemampuan lawannya.

"Saya bersyukur tadi bisa menang cepat. Kalau dibilang lawannya kurang bagus, saya tidak berani bilang begitu. Yang jelas saya hanya menampilkan apa yang saya bisa dan bersyukur bisa menyumbangkan medali emas untuk Kota Malang," ujar Enjelika humble.

Karakter dan Gaya Bertanding di Atas Meja Hijau

Di mata para pengamat dan penikmat biliar daerah, Enjelika Fitri memiliki karakter bermain yang khas dan menonjol:

  1. Akurasi dan Ketajaman Tembakan: Memiliki insting menyodok bola yang sangat baik, baik untuk posisi bola-bola pendek maupun eksekusi jarak jauh.

  2. Tempo Permainan Cepat: Tidak ragu dalam mengambil keputusan di atas meja, sehingga gaya permainannya sangat efektif dan enak ditonton.

  3. Mental Sportif dan Pembelajar Cepat: Mampu mengevaluasi kekurangannya secara cepat dan tidak larut dalam kekecewaan saat mengalami tekanan atau kendala teknis.

  4. Ketenangan di Bawah Tekanan: Tetap fokus menjaga kontrol respon dan strategi permainan walaupun tensi pertandingan sedang tinggi.

Ringkasan Pencapaian dan Inspirasi Atlet Muda

Berikut adalah beberapa poin penting dalam profil dan perjalanan karier Enjelika Fitri:

Dengan usia yang masih sangat muda serta semangat juang yang tinggi, karier Enjelika Fitri diprediksi akan terus meroket. Dukungan dari pengurus cabang olahraga, pelatih, serta masyarakat Kota Malang diharapkan dapat mengantarkan Enjelika menembus ajang kejurnas hingga mewakili Indonesia di kancah internasional pada masa-masa mendatang.

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Surabayapost.id, Javasatu.com
Biliar Indonesia Atlet Biliar Profil Atlet Porprov Jatim kota malang