Cara Melakukan Pukulan Break yang Baik dan Benar dalam Billiard

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:24 WIB
Cara Melakukan Break yang Baik dan Benar Sesuai Dasar Permainan Billiard
sumber: depositphotos.com
Cara Melakukan Break yang Baik dan Benar Sesuai Dasar Permainan Billiard
sumber gambar: depositphotos.com

Dalam permainan billiard, pukulan break menjadi salah satu bagian yang cukup penting. Break merupakan pukulan pertama untuk memecah susunan bola yang berada di atas meja. Meskipun terlihat sederhana, melakukan break dengan baik membutuhkan posisi tubuh, pegangan stik, dan tenaga yang tepat.

Bagi pemain pemula, sering kali break dilakukan hanya dengan mengandalkan tenaga sebesar mungkin. Padahal, pukulan yang keras belum tentu menghasilkan break yang bagus. Selain tenaga, arah pukulan dan kontrol bola juga perlu diperhatikan.

1. Perhatikan posisi tubuh

Sebelum memukul, pastikan posisi kaki dan tubuh sudah nyaman. Kaki dibuat cukup terbuka agar tubuh lebih stabil ketika melakukan ayunan. Badan sedikit condong ke depan dan mata fokus pada bola putih serta titik sasaran.

Posisi tubuh yang stabil akan membantu stik bergerak lebih lurus sehingga pukulan tidak mudah melenceng.

2. Pegang stik dengan rileks

Pegangan stik juga sangat berpengaruh terhadap hasil break. Hindari menggenggam stik terlalu kuat karena bisa membuat gerakan tangan menjadi kaku. Pegang stik dengan nyaman dan biarkan tangan mengikuti gerakan ayunan.

Kuncinya adalah membuat gerakan yang stabil, bukan sekadar mengeluarkan tenaga sebanyak mungkin.

3. Tentukan titik pukulan

Sebelum melakukan break, tentukan terlebih dahulu bagian bola putih yang akan terkena ujung stik. Untuk pemain pemula, pukulan dengan bagian tengah bola putih biasanya lebih mudah dikontrol.

Pastikan juga posisi cue ball sesuai dengan aturan permainan yang sedang digunakan. Dengan begitu, arah bola setelah benturan bisa lebih mudah diprediksi.

4. Lakukan ayunan dengan terkontrol

Saat melakukan break, jangan terburu-buru. Tarik stik ke belakang dengan gerakan yang teratur, kemudian ayunkan ke depan secara lurus menuju bola putih.

Tenaga memang dibutuhkan, tetapi tetap harus diimbangi dengan kontrol. Ayunan yang terlalu kuat dan tidak terkontrol justru bisa membuat pukulan melenceng.

5. Jangan lupa follow-through

Setelah stik mengenai bola putih, jangan langsung menghentikan tangan. Biarkan stik tetap bergerak ke arah depan secara alami. Gerakan lanjutan ini disebut follow-through.

Follow-through membantu menjaga arah pukulan tetap stabil dan membuat tenaga dari ayunan tersalurkan dengan lebih baik.

6. Latihan secara rutin

Tidak ada teknik break yang langsung dikuasai dalam sekali latihan. Pemain perlu mencoba berulang kali untuk menemukan posisi tubuh, kekuatan pukulan, dan titik kontak yang paling nyaman.

Selain melatih kekuatan, perhatikan juga hasil setiap break. Apakah bola tersebar dengan baik? Apakah bola putih tetap berada di posisi yang menguntungkan? Dari situ, pemain bisa mengevaluasi dan memperbaiki tekniknya.

Pada akhirnya, break yang baik bukan hanya soal seberapa keras stik dipukulkan. Posisi tubuh, pegangan stik, akurasi, kontrol, dan konsistensi juga memiliki peran penting. Dengan latihan yang rutin dan teknik yang benar, kemampuan break akan semakin baik dan bisa menjadi modal penting untuk menjalani permainan billiard dengan lebih percaya diri.

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : TikTok, Google
Billiard Tips Billiard Teknik Billiard Break Billiard olahraga