Natalia Granada Gagal Podium di Zandvoort, Kini Bidik Kebangkitan di Navarra dan Austin

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:57 WIB
Potret Natalie Granada F1 Academy Austin
Potret Natalie Granada F1 Academy Austin

Jawa Pos Radar Lawu - Akhir pekan di Zandvoort meninggalkan rasa kecewa sekaligus optimisme bagi Natalia Granada. Pebalap Sephora tersebut memang harus puas menempati posisi keempat pada Feature Race, tetapi performanya sepanjang akhir pekan menunjukkan perkembangan signifikan yang bisa menjadi modal penting menuju seri berikutnya.

Granada sebenarnya datang dengan peluang besar untuk mengamankan podium. Ia mencatat hasil terbaik sepanjang kariernya di sesi kualifikasi dengan menempati posisi ketiga dalam kondisi lintasan yang berubah dari basah menuju kering. Namun, insiden pada Reverse Grid Race membuat persiapannya untuk Feature Race tidak berjalan ideal.

Kesalahan di Reverse Grid Race Mengubah Akhir Pekan

Pada balapan Sabtu, 22 Agustus, Granada memulai lomba dari posisi keenam. Ketika tengah berduel dengan Emma Felbermayr, sebuah kesalahan pada lap kedua membuat mobilnya kehilangan kendali dan menghantam pembatas di Tikungan 3.

Kecelakaan tersebut membuat Granada kehilangan kesempatan mendapatkan tambahan pengalaman sebelum Feature Race. Minimnya jarak tempuh pada balapan pertama akhirnya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performanya pada lomba utama.

Feature Race: Kecepatan Ada, Podium Belum Berpihak

Granada kembali menunjukkan kecepatannya ketika Feature Race berlangsung. Ia sempat bertarung dengan Alba Larsen sejak Tikungan 1, tetapi kemudian harus berada di belakang pebalap Ferrari tersebut.

Situasi semakin sulit ketika Granada terdorong keluar lintasan oleh Nina Gademan di Tikungan 1. Kondisi itu membuatnya kehilangan posisi ketiga dan harus berjuang mempertahankan tempat dari tekanan Felbermayr sepanjang sebagian besar balapan.

Pada akhirnya, Granada melewati garis finis di posisi keempat, sekitar 3,5 detik di belakang Gademan. Hasil tersebut memang belum mengulangi podium yang diraihnya pada Reverse Grid Race di Shanghai, tetapi performanya memperlihatkan bahwa ia semakin mampu bersaing di barisan depan.

Perkembangan Tetap Terlihat

Terlepas dari hasil akhir, akhir pekan Zandvoort memberikan beberapa catatan positif bagi Granada. Untuk pertama kalinya, ia berhasil menembus tiga besar kualifikasi sekaligus menunjukkan peningkatan dalam kemampuan balapnya.

Baca Juga: Red Bull Tetap Jadi Acuan Performa Mesin F1, Hasil ADUO Kedua FIA Terungkap

Setelah putaran Zandvoort, Granada naik ke posisi kesembilan klasemen dan mengoleksi 35 poin. Ia memiliki jumlah poin yang sama dengan rekan setimnya di PREMA Racing, Mathilda Paatz.

Navarra Jadi Kesempatan Memperbaiki Detail

Granada kini mengalihkan perhatian ke tes in-season di Navarra. Kesempatan tersebut ingin dimanfaatkan untuk menambah jarak tempuh, mengevaluasi performa mobil, dan memahami area yang masih harus diperbaiki bersama tim.

“Right now, I’m just focused on what we can do better in testing in Navarra,” ujar Granada.

Ia juga menilai perkembangan dari Silverstone menuju Zandvoort sudah menunjukkan kemajuan dari sisi kecepatan dan hasil. Karena itu, Granada ingin mempertahankan momentum tersebut sambil mengambil sebanyak mungkin pelajaran dari setiap sesi.

Target Berikutnya: Austin

Setelah tes Navarra, perhatian Granada akan tertuju pada Austin untuk putaran berikutnya F1 Academy. Balapan tersebut menjadi kesempatan bagi sang rookie untuk mengubah pengalaman di Zandvoort menjadi hasil yang lebih kuat.

“I need to do better and we will.”

Dengan kecepatan yang mulai konsisten dan pengalaman yang terus bertambah, Granada berharap peluang podium berikutnya tidak kembali terlepas. (*)

(Magang, Fadisca Zahra Prasetya - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : F1 Academy, Radar Banyuwangi
Formula 1 F1 2026 F1 Academy Natalia Granada PREMA Racing