Jawa Pos Radar Lawu - Situasi Julian Alvarez di Atletico Madrid semakin memanas. Di tengah rumor kepindahan ke Barcelona atau Arsenal, penyerang Argentina itu justru mendapat sambutan keras dari suporter klubnya sendiri.
Alvarez dicemooh ketika masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan LaLiga melawan Villarreal.
Atletico akhirnya bermain imbang 2-2, tetapi perhatian terbesar justru tertuju kepada hubungan yang semakin renggang antara sang pemain dan pendukung.
Masuk dari Bangku Cadangan, Alvarez Langsung Dicemooh
Alvarez tidak masuk starting XI Atletico dalam pertandingan tersebut.
Diego Simeone kemudian memasukkannya pada menit ke-66 untuk menggantikan Marc Pubill. Namun, ketika nama dan wajah Alvarez muncul di layar stadion, suara siulan dan cemoohan langsung terdengar dari tribun.
Situasi bahkan semakin panas ketika Alvarez melakukan pemanasan.
Sebagian suporter menyampaikan nyanyian bernada keras yang menunjukkan kekecewaan mereka terhadap sikap sang penyerang di tengah spekulasi transfer.
Rumor Barcelona dan Arsenal Jadi Pemicu
Reaksi tersebut tidak muncul tanpa alasan. Alvarez sebelumnya secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mempertimbangkan masa depan dan telah bertemu dengan Simeone untuk membicarakan situasi tersebut.
Barcelona dan Arsenal kemudian menjadi dua klub yang paling sering dikaitkan dengan pemain Argentina tersebut.
Barcelona sebelumnya menjadikan Alvarez sebagai salah satu target utama untuk memperkuat lini depan. Sementara Arsenal juga disebut masih mempertimbangkan langkah untuk mendatangkan sang striker.
Situasi tersebut membuat sebagian fans Atletico merasa kecewa karena Alvarez masih memiliki peran penting dalam skuad.
Atletico Pasang Harga Selangit
Atletico Madrid sendiri tidak menunjukkan tanda-tanda ingin mempermudah kepergian Alvarez.
Klub dilaporkan tetap berpegang pada klausul pelepasan sang pemain yang mencapai €500 juta.
Angka tersebut membuat transfer Alvarez menjadi sangat sulit, sekaligus menunjukkan betapa kuatnya posisi Atletico dalam mempertahankan penyerang berusia 26 tahun tersebut.
Namun, jika sang pemain benar-benar ingin pergi, tekanan dari situasi internal bisa menjadi faktor yang tidak kalah penting.
Cameo Alvarez Tak Banyak Berbicara
Masuk pada menit ke-66, Alvarez memiliki sekitar 24 menit untuk mengubah jalannya pertandingan.
Namun, kontribusinya kali ini belum cukup untuk meredakan situasi.
Alvarez hanya mencatat 12 sentuhan dan melepaskan satu tembakan yang berhasil diblok. Ia juga mencatat expected goals (xG) sebesar 0,05.
Dari sisi distribusi bola, penyerang Argentina tersebut menyelesaikan sembilan dari 10 percobaan operannya. Namun, ia juga dua kali kehilangan penguasaan bola dan tidak mencatatkan dribel sukses.
Atletico Gagal Menang
Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 2-2.
Atletico sempat mencetak gol melalui Marc Pubill dan Giuliano Simeone. Namun, Villarreal mampu membalas lewat Gerard Moreno dari titik penalti dan Georges Mikautadze.
Hasil tersebut membuat Atletico gagal mengamankan kemenangan di pertandingan yang sebenarnya mereka butuhkan untuk memberikan respons positif.
Alvarez Tinggalkan Lapangan Lebih Cepat
Situasi semakin mencolok setelah pertandingan berakhir.
Ketika para pemain Atletico lainnya masih berada di lapangan untuk menyapa pendukung, Alvarez justru langsung meninggalkan area pertandingan.
Momen tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai hubungan yang semakin rumit antara sang pemain dan fans Atletico.
Bagi Simeone, situasi ini tentu bukan perkara sederhana. Ia harus tetap mengandalkan Alvarez sebagai pemain penting, sembari menghadapi tekanan dari suporter yang mulai kehilangan kesabaran.
Baca Juga: Barcelona mulai serius mengejar Lautaro Martinez setelah gagal mendapatkan Julian Alvarez. Pertemuan
Masa Depan Alvarez Semakin Sulit Diprediksi
Alvarez kini berada dalam situasi yang serba sulit.
Di satu sisi, Atletico masih ingin mempertahankannya dan memasang harga yang sangat tinggi. Di sisi lain, rumor mengenai Barcelona dan Arsenal terus berkembang.
Cemoohan dari suporter juga menjadi tanda bahwa persoalan tersebut sudah mulai memengaruhi atmosfer di sekitar sang pemain.
Jika tidak ada perubahan dalam beberapa hari ke depan, saga transfer Alvarez berpotensi menjadi salah satu cerita paling panas menjelang penutupan bursa musim panas.
(Magang, Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : GOAL