Jawa Pos Radar Lawu - Liverpool mengawali perjalanan di Premier League 2026-2027 dengan hasil yang jauh dari harapan.
Bertandang ke St James' Park, The Reds harus puas bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United.
Hasil tersebut membuat perhatian langsung tertuju kepada dua pemain dengan harga transfer fantastis, Alexander Isak dan Florian Wirtz.
Keduanya dinilai belum memberikan pengaruh besar dalam pertandingan yang berjalan dramatis tersebut.
Legenda Manchester United sekaligus pundit sepak bola Inggris, Gary Neville, bahkan menyebut penampilan keduanya sebagai salah satu kekecewaan terbesar Liverpool.
Neville Soroti Duo Mahal Liverpool
Dalam Gary Neville Podcast, Neville menilai Liverpool sudah terlalu lama memberikan toleransi kepada Isak dan Wirtz.
Keduanya didatangkan dengan nilai transfer yang sangat besar sehingga ekspektasi terhadap kontribusi mereka juga meningkat. Menurut Neville, waktu untuk beradaptasi sudah semakin menipis.
Isak bermain penuh selama 90 menit dalam pertandingan tersebut. Sementara Wirtz hanya berada di lapangan selama sekitar satu jam sebelum digantikan Alexis Mac Allister.
Neville menilai keduanya harus segera menunjukkan kemampuan di sepertiga akhir lapangan.
Isak Belum Menunjukkan Ketajamannya
Isak sebenarnya bukan pemain asing bagi publik Premier League. Sebelum bergabung dengan Liverpool, penyerang asal Swedia tersebut sudah menunjukkan kualitas luar biasa ketika masih membela Newcastle.
Justru pengalaman itulah yang membuat ekspektasi terhadapnya semakin tinggi.
Neville mengakui bahwa dirinya pernah melihat Isak tampil sangat merepotkan barisan pertahanan lawan. Namun, performa seperti itu kini harus kembali diperlihatkan bersama Liverpool.
Dengan biaya transfer yang disebut mencapai sekitar £125 juta, tekanan terhadap Isak tentu semakin besar.
Wirtz Juga Jadi Sorotan
Tidak hanya Isak, Florian Wirtz juga mendapat kritik.
Neville menilai pemain Jerman tersebut memang memiliki kualitas teknis yang bagus, tetapi belum menunjukkan agresivitas yang cukup ketika Liverpool membutuhkan kontribusi langsung di lini depan.
Menurutnya, Wirtz terlalu sering bergerak di sekitar lapangan tanpa benar-benar terlihat memberikan dampak besar terhadap permainan.
Situasi ini tentu menjadi perhatian bagi Liverpool karena Wirtz merupakan salah satu investasi terbesar klub pada bursa transfer sebelumnya.
Baca Juga: Sudah Unggul Dua Gol, Liverpool Justru Kehilangan Arah di Anfield
Liverpool Dituntut Segera Bangkit
Hasil imbang melawan Newcastle memang baru terjadi pada pekan pertama. Namun, pertandingan tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan yang harus dihadapi Liverpool sepanjang musim.
Kehadiran pemain-pemain mahal membuat tuntutan terhadap skuad semakin tinggi. Mereka bukan hanya dituntut tampil bagus, tetapi juga harus mampu menentukan hasil pertandingan.
Isak dan Wirtz masih memiliki kesempatan panjang untuk membuktikan kualitas mereka. Namun, semakin cepat keduanya menemukan bentuk permainan terbaik, semakin kecil pula tekanan yang akan datang.
Neville Masih Percaya pada Isak
Menariknya, kritik Neville tidak berarti dirinya meragukan kemampuan Isak.
Ia justru menegaskan bahwa penyerang tersebut memiliki kualitas luar biasa. Neville mengingat bagaimana Isak pernah membuat pertahanan lawan kesulitan ketika masih memperkuat Newcastle.
Karena itu, ekspektasi terhadap Isak sebenarnya muncul karena kemampuan tersebut sudah pernah ia tunjukkan.
Kini, Liverpool hanya membutuhkan versi terbaik sang penyerang untuk kembali muncul.
Musim Panjang Baru Dimulai
Kritik setelah satu pertandingan tentu belum bisa menjadi kesimpulan mengenai keberhasilan transfer Isak dan Wirtz.
Premier League masih sangat panjang dan keduanya memiliki banyak kesempatan untuk membungkam keraguan.
Namun, satu hal sudah jelas: Liverpool membutuhkan kontribusi lebih besar dari dua pemain mahalnya. Jika Isak dan Wirtz mampu menemukan ritme permainan, hasil imbang di Newcastle bisa segera dilupakan.
Sebaliknya, jika performa serupa terus berlanjut, sorotan terhadap keduanya dipastikan akan semakin tajam.
(Magang, Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : GOAL