Jawa Pos Radar Lawu - Petualangan Tijjani Reijnders bersama Manchester City ternyata hanya berlangsung singkat.
Gelandang asal Belanda tersebut kini resmi meninggalkan klub Inggris itu untuk melanjutkan karier di Arab Saudi bersama Al-Qadsiah.
Kepindahan Reijnders diumumkan Al-Qadsiah melalui media sosial. Dalam video perkenalannya, sang gelandang memperkenalkan diri dengan kalimat yang langsung menarik perhatian: “Saya seorang seniman Belanda, saya seorang Qadsawi.”
Transfer tersebut sebelumnya dilaporkan bernilai sekitar €61 juta. Al-Qadsiah berharap kehadiran Reijnders bisa memperkuat lini tengah sekaligus membantu ambisi mereka bersaing di kompetisi domestik dan Asia.
Reijnders Resmi Tinggalkan Manchester City
Al-Qadsiah telah mencapai kesepakatan dengan Manchester City beberapa hari sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Setelah seluruh proses transfer diselesaikan, klub Arab Saudi tersebut akhirnya memperkenalkan Reijnders sebagai pemain baru mereka.
Kepindahan ini sekaligus mengakhiri masa kerja Reijnders di Etihad Stadium yang terbilang singkat.
Ia baru bergabung dengan Manchester City pada musim panas sebelumnya setelah meninggalkan AC Milan.
Selama berseragam City, Reijnders tercatat tampil dalam 50 pertandingan di berbagai kompetisi.
Al-Qadsiah Siapkan Peran Penting
Reijnders direkrut untuk memperkuat sektor tengah Al-Qadsiah. Klub tersebut sedang membangun skuad yang lebih kompetitif setelah dalam dua musim terakhir mampu bersaing dengan sejumlah tim besar untuk memperebutkan posisi empat besar.
Musim ini juga memiliki arti khusus bagi Al-Qadsiah. Mereka akan menjalani partisipasi pertama dalam sejarah klub di Liga Champions Asia Elit.
Kehadiran Reijnders diharapkan memberikan tambahan kualitas, terutama dalam hal distribusi bola, mobilitas, dan kemampuan membawa bola dari lini tengah.
Target Besar di Liga Arab Saudi
Selain tampil di kompetisi Asia, Al-Qadsiah juga memiliki ambisi untuk bersaing memperebutkan gelar Liga Roshn Pro.
Dalam beberapa musim terakhir, persaingan di sepak bola Arab Saudi semakin ketat setelah banyak klub mendatangkan pemain-pemain ternama dari Eropa.
Al-Qadsiah pun berusaha membangun skuad yang mampu bersaing di level tersebut.
Reijnders menjadi salah satu bagian penting dari proyek itu. Pengalamannya bermain di Eredivisie, Serie A, hingga Premier League menjadi modal berharga untuk menghadapi tantangan baru di Arab Saudi.
Baca Juga: Manchester City Mulai Susun Wajah Baru, Satu Nama Muda Jadi Sorotan
Bisa Debut Melawan Al-Ittihad
Reijnders berpeluang menjalani debut bersama Al-Qadsiah dalam pertandingan menghadapi Al-Ittihad pada pekan kedua Liga Roshn Pro.
Namun, keputusan untuk memainkan sang gelandang sepenuhnya berada di tangan pelatih Brendan Rodgers. Kondisi fisik dan kesiapan Reijnders setelah proses transfer akan menjadi pertimbangan sebelum ia mendapatkan kesempatan tampil.
Jika langsung dimainkan, laga tersebut akan menjadi awal dari babak baru perjalanan Reijnders setelah meninggalkan sepak bola Eropa.
Babak Baru Sang “Seniman Belanda”
Keputusan Reijnders meninggalkan Manchester City tentu menjadi salah satu transfer menarik musim panas ini.
Setelah hanya semusim di Inggris, pemain Belanda tersebut memilih tantangan baru bersama Al-Qadsiah.
Kini, Reijnders tidak hanya dituntut membuktikan kualitasnya di Liga Roshn Pro. Ia juga akan menghadapi tantangan membawa Al-Qadsiah tampil kompetitif di Liga Champions Asia Elit.
Julukan “seniman Belanda” yang ia gunakan dalam video perkenalan pun menjadi pembuka cerita baru.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah karya terbaik Reijnders memang akan lahir di Arab Saudi.
(Magang, Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : GOAL