Jawa Pos Radar Lawu - Awal balapan seharusnya menjadi kesempatan emas untuk mempertahankan posisi. Namun, bagi George Russell, beberapa detik sebelum lampu start padam justru menjadi awal dari akhir pekan yang penuh frustrasi di Formula 1 GP Hungaria. Alih-alih melesat dari baris depan, pembalap Mercedes itu kehilangan banyak posisi akibat masalah teknis yang sama sekali tidak ia duga.
Insiden tersebut langsung memunculkan berbagai spekulasi. Banyak yang mengira Russell melakukan kesalahan prosedur start, tetapi penjelasan dari sang pembalap maupun tim Mercedes menunjukkan cerita yang berbeda.
Mercedes Jelaskan Penyebab Start Buruk George Russell
George Russell memulai balapan dari posisi keenam. Namun, saat lampu start akan padam, mobil W16 miliknya tiba-tiba mengalami respons mesin yang tidak normal sehingga sistem anti-stall aktif. Akibatnya, mobil kehilangan akselerasi dan Russell langsung tercecer hingga ke belakang rombongan.
Russell menjelaskan bahwa dirinya sudah menjalankan prosedur start seperti biasa. Namun, beberapa detik sebelum balapan dimulai, putaran mesin berubah secara tidak terkendali.
Ia mengatakan:
"I was on the throttle holding the revs, and then all of a sudden, about four seconds before the lights went out, the engine just started revving all over the place."
Russell kemudian menambahkan:
"And I was reacting with my throttle, and it wasn't doing anything. So, the engine wasn't reacting to the throttle."
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa masalah berasal dari sistem mobil, bukan dari kesalahan pengemudi.
Baca juga: Profil Daniel Caesar, Musisi R&B Modern dengan Sentuhan Soul yang Mendunia
Toto Wolff Tegaskan Russell Tidak Bersalah
Bos Mercedes, Toto Wolff, langsung memberikan pembelaan kepada pembalap asal Inggris tersebut. Menurutnya, data telemetry menunjukkan Russell telah melakukan prosedur start dengan benar.
Wolff mengungkapkan:
"It looks like he gave about 10% throttle and the whole thing revved to the maximum, he went off the throttle and it bogged down."
Ia juga mengakui tim melakukan terlalu banyak kesalahan sepanjang akhir pekan.
"I'm really not happy about too many mistakes that happened."
Menurut Wolff, Russell justru menunjukkan performa impresif setelah insiden tersebut dengan mampu menyalip banyak mobil dan memaksimalkan hasil yang tersedia.
Tetap Bangkit Meski Tercecer ke Belakang
Walaupun sempat turun hingga posisi ke-20 setelah start, Russell tidak menyerah. Ia secara bertahap melakukan sejumlah aksi menyalip di lintasan Hungaroring yang terkenal sulit digunakan untuk overtake.
Dalam beberapa putaran pertama, Russell berhasil melewati sejumlah pembalap dan kembali masuk zona poin. Pada akhirnya ia menyelesaikan balapan di posisi ketujuh, hasil yang dianggap sebagai pencapaian maksimal setelah kehilangan banyak waktu di awal lomba.
Akhir Pekan yang Sulit bagi Mercedes
Masalah di hari balapan bukan satu-satunya hambatan yang dialami Russell. Sehari sebelumnya, mobilnya mengalami kebocoran sistem pendingin (water leak) setelah sesi kualifikasi sehingga Mercedes harus mengganti unit mesin sebelum balapan dimulai.
Pergantian mesin dalam waktu singkat membuat tim memiliki waktu terbatas untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh sistem. Sejumlah laporan menyebut gangguan perangkat lunak pada mesin baru menjadi salah satu faktor yang memicu masalah saat start.
Fokus Menatap Paruh Kedua Musim
Russell mengakui bahwa paruh pertama musim 2026 berjalan jauh dari harapan. Berbagai masalah teknis dan insiden balapan membuat peluangnya dalam perebutan gelar semakin berat.
Meski demikian, ia memilih tetap fokus membantu Mercedes memperbaiki performa mobil setelah jeda musim panas. Tim juga berharap evaluasi terhadap masalah sistem dan perangkat lunak dapat mencegah kejadian serupa terulang pada balapan-balapan berikutnya.
(Magang Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : SPEEDWEEK