Jawa Pos Radar Lawu - FIFA kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini bukan karena pertandingan atau turnamen, melainkan rencana besar yang dinilai dapat mengubah wajah sepak bola dunia.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan komersial baru dengan valuasi sekitar US$20 miliar yang akan mengelola hak komersial berbagai turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.
Tujuan FIFA Perkuat Pendanaan
Menurut FIFA, langkah tersebut bertujuan meningkatkan nilai komersial turnamen sekaligus memperbesar pendanaan bagi asosiasi sepak bola di seluruh dunia.
Infantino menegaskan usulan itu masih berupa proposal dan belum menjadi keputusan final.
Ia juga menyatakan FIFA tetap akan memegang kendali penuh atas penyelenggaraan Piala Dunia.
Baca Juga: Lampu Hijau Perez Jadi Awal Misi Besar Real Madrid Datangkan Rodri
Penolakan Mulai Bermunculan
Meski begitu, rencana tersebut langsung menuai kritik.
Sejumlah konfederasi dan tokoh sepak bola mempertanyakan minimnya konsultasi sebelum proposal diumumkan.
Mereka khawatir masuknya investor swasta akan membuat kepentingan bisnis lebih dominan dibanding kepentingan olahraga.
GOAL Soroti Nilai Historis Piala Dunia
Dalam ulasannya, GOAL menilai Piala Dunia bukan sekadar aset komersial.
Turnamen tersebut dianggap sebagai simbol sepak bola dunia yang dibangun selama puluhan tahun dan tidak semestinya diperlakukan layaknya komoditas investasi.
Pandangan itu sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak yang menilai identitas sepak bola bisa berubah jika aspek bisnis menjadi prioritas utama.
FIFA Pastikan Ini Baru Sebatas Proposal
Infantino menegaskan tidak ada kewajiban bagi anggota FIFA untuk langsung menyetujui rencana tersebut.
Seluruh asosiasi akan diberikan kesempatan untuk mempelajari proposal sebelum proses pengambilan keputusan dilakukan.
FIFA juga memastikan struktur tata kelola organisasi tidak akan berubah meski investor nantinya ikut masuk ke perusahaan komersial yang direncanakan.
Perdebatan Diperkirakan Masih Berlanjut
Hingga kini, proposal tersebut masih menjadi bahan diskusi di berbagai kalangan.
Sebagian melihatnya sebagai peluang meningkatkan pendapatan sepak bola global.
Namun tidak sedikit yang menganggap langkah tersebut berisiko menggeser nilai-nilai yang selama ini melekat pada Piala Dunia.
Perdebatan mengenai masa depan kompetisi terbesar sepak bola itu diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
(Magang, Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : GOAL