Jawa Pos Radar Lawu - Harapan Ferrari untuk membawa pulang hasil besar dari Grand Prix Hungaria 2026 justru berakhir dengan kekecewaan. Setelah tampil menjanjikan sepanjang sesi latihan bebas dan digadang-gadang mampu bersaing memperebutkan kemenangan, tim asal Maranello itu gagal mengonversi potensi menjadi podium. Hasil tersebut membuat Team Principal Ferrari, Fred Vasseur, melontarkan evaluasi keras terhadap performa timnya.
Menurut Vasseur, Ferrari melakukan terlalu banyak kesalahan sepanjang akhir pekan balapan di Hungaroring. Mulai dari start, strategi, penalti, hingga eksekusi pit stop, semuanya dinilai tidak berjalan sesuai rencana.
Ferrari Kehilangan Peluang Emas
Ferrari memasuki GP Hungaria dengan modal yang sangat menjanjikan. Charles Leclerc dan Lewis Hamilton tampil kompetitif sejak latihan bebas hari Jumat, bahkan sempat memimpin catatan waktu sehingga banyak pihak memprediksi Ferrari akan menjadi penantang utama kemenangan.
Namun situasi berubah ketika sesi kualifikasi berlangsung. Lando Norris berhasil merebut pole position, sementara Lewis Hamilton menerima penalti turun tiga posisi setelah dianggap menghalangi Oscar Piastri saat sesi kualifikasi. Kondisi tersebut membuat peluang Ferrari mulai menyempit sebelum balapan dimulai.
Vasseur: "Everything Went Wrong"
Usai balapan, Fred Vasseur tidak menutupi rasa kecewanya terhadap performa Ferrari.
Ia mengatakan:
"It's difficult to really understand the pace because you learn the fact that first it's not a good Sunday because when you are P1-P2 on Friday you expect much more than P4-P5."
Vasseur kemudian menambahkan pernyataan yang menjadi sorotan:
"Everything went wrong, but for sure we have to do a much better job in some way."
Menurutnya, Ferrari kehilangan terlalu banyak peluang akibat berbagai kesalahan kecil yang terjadi secara beruntun sepanjang balapan.
Baca Juga: Russell Kaget! McLaren Menggila di GP Jepang 2026, Mercedes Mulai Terancam
Kesalahan Terjadi di Berbagai Aspek
Vasseur menilai kegagalan Ferrari bukan disebabkan oleh satu faktor saja. Ia menyebut sejumlah aspek yang membuat tim kehilangan kesempatan meraih hasil maksimal.
Beberapa masalah yang disorot antara lain:
- Start balapan yang kurang optimal.
- Penalti yang diterima Lewis Hamilton.
- Kehilangan posisi saat duel di lintasan.
- Eksekusi pit stop yang membuat Ferrari kehilangan posisi hanya karena selisih beberapa persepuluh detik.
- Strategi balapan yang tidak mampu memberikan keuntungan.
Akumulasi kesalahan tersebut membuat Ferrari gagal memanfaatkan kecepatan mobil yang sebenarnya cukup kompetitif sepanjang akhir pekan.
Hamilton dan Leclerc Gagal Naik Podium
Ferrari mencoba strategi berbeda dengan menggunakan ban lunak (soft compound) pada awal balapan.
Charles Leclerc yang memulai lomba dari posisi kedua justru kehilangan beberapa posisi pada lap pertama, sedangkan Lewis Hamilton juga kesulitan memaksimalkan strategi tersebut.
Hamilton sempat berpeluang bersaing memperebutkan podium setelah pit stop pertama. Namun Max Verstappen berhasil merebut kembali posisi tersebut di lintasan. Strategi tiga pit stop yang dijalankan Ferrari pada fase akhir balapan juga tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Ditambah penalti lima detik akibat melaju terlalu cepat di pit lane, Hamilton akhirnya harus puas finis di posisi kelima, sementara Leclerc mengakhiri lomba tepat di depannya di posisi keempat.
Ferrari Tak Hanya Fokus pada Upgrade
Meski Ferrari terus menghadirkan pembaruan mobil sepanjang musim 2026, Vasseur menegaskan bahwa peningkatan performa bukan hanya bergantung pada komponen baru.
Ia mengatakan:
"What we have to improve is that if I draw a conclusion based on today, I would say execution."
Menurutnya, Ferrari juga masih harus meningkatkan performa mesin serta mempertahankan ritme pengembangan mobil hingga akhir musim.
Vasseur mengungkapkan bahwa Ferrari memilih pendekatan berbeda dibanding beberapa rivalnya. Jika ada tim yang menghadirkan paket upgrade besar dalam satu waktu, Ferrari lebih memilih membawa pembaruan secara bertahap di hampir setiap seri balapan.
Ia menilai strategi tersebut harus terus dipertahankan karena musim masih menyisakan banyak putaran dan peluang memperbaiki posisi klasemen masih terbuka.
Persaingan Semakin Ketat Jelang Paruh Kedua Musim
Hasil di Hungaria membuat Ferrari kehilangan kesempatan memangkas jarak dari para rival utama. Di klasemen pembalap, finisnya Kimi Antonelli di posisi ketiga membuat keunggulannya atas Lewis Hamilton bertambah menjadi 50 poin menjelang jeda musim panas.
Sementara itu, McLaren kembali menunjukkan peningkatan performa melalui kemenangan Lando Norris. Persaingan di papan atas pun diprediksi semakin sengit ketika Formula 1 memasuki paruh kedua musim.
Bagi Ferrari, evaluasi menyeluruh menjadi pekerjaan rumah utama. Dengan mobil yang mulai kompetitif, tim asal Italia tersebut kini dituntut mampu memperbaiki kualitas eksekusi pada hari balapan agar peluang meraih kemenangan tidak kembali terbuang sia-sia.
Fadisca Zahra Prasetya, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Formula 1 News