Timnas Valorant Indonesia Gugur di Kualifikasi ENC 2026, Kalah dari Australia
Jawa Pos Radar Lawu - Harapan Timnas Valorant Indonesia untuk tampil di babak utama Esports Nations Cup (ENC) 2026 harus pupus. Skuad Merah Putih dipastikan gagal lolos setelah menelan dua kekalahan beruntun pada babak kualifikasi kawasan SEA & Oceania, sehingga langkah mereka terhenti sebelum mencapai main event yang akan berlangsung di Riyadh, Arab Saudi.
Dua Kekalahan Menghentikan Langkah Indonesia
Indonesia mengawali perjuangan di babak upper bracket semifinal dengan menghadapi Selandia Baru. Pertandingan berlangsung sengit hingga memasuki overtime, namun Timnas Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 12-14 di map Split. Kekalahan tersebut membuat Indonesia turun ke lower bracket.
Di laga hidup-mati, Indonesia kembali mendapat lawan berat, yakni Australia. Skuad Garuda belum mampu bangkit dan harus menyerah dengan skor 8-13, hasil yang sekaligus mengakhiri peluang mereka untuk tampil di ENC 2026.
Tampil Kompetitif Meski Gagal Menang
Walaupun gagal lolos, Indonesia tetap memberikan perlawanan yang cukup sengit. Saat menghadapi Selandia Baru, pertandingan berjalan seimbang hingga overtime sebelum akhirnya dimenangkan lawan.
Secara individu, pemain Splash menjadi salah satu penampil terbaik Indonesia dengan torehan kill terbanyak di tim. Sementara deLb juga menunjukkan performa yang cukup konsisten sepanjang pertandingan. Namun, penampilan impresif tersebut belum cukup membawa Indonesia meraih kemenangan.
Baca Juga: Tak Hanya Jalur Istirahat, Pos 3 Gunung Lawu via Cemoro Sewu Tawarkan Pemandangan Spektakuler
Absennya Dua Bintang Jadi Sorotan
Perjuangan Timnas Indonesia kali ini juga diwarnai absennya dua pemain yang selama ini menjadi andalan di level internasional, yaitu Jason "f0rsakeN" Susanto dari Paper Rex dan Cahya "monyet" Nugraha.
Tanpa dua nama tersebut, Indonesia menurunkan roster yang terdiri atas Splash, deLb, RRQ xffero, RRQ Kushy, dan BME NcSlasher di bawah arahan pelatih Baskoro "roseaufy" Putra. Meski tetap diperkuat pemain-pemain berpengalaman, Indonesia belum mampu melewati ketatnya persaingan di kawasan SEA & Oceania.
Evaluasi Menuju Turnamen Berikutnya
Kegagalan lolos ke ENC 2026 menjadi evaluasi penting bagi ekosistem Valorant Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sebenarnya terus menunjukkan perkembangan, termasuk meraih prestasi di berbagai turnamen regional dan internasional.
Meski demikian, persaingan di kawasan Asia Pasifik kini semakin ketat. Negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, hingga tim-tim Asia Tenggara lainnya terus mengalami peningkatan kualitas sehingga setiap pertandingan berlangsung dengan margin yang sangat tipis.
Baca Juga: Indonesia Pastikan Tiket Asian Games 2026 Nomor Mobile Legends, Finis Tiga Besar Grup A
Asa Belum Berakhir
Meski gagal tampil di ENC 2026, peluang Indonesia untuk kembali bersaing di level internasional masih terbuka melalui berbagai kompetisi resmi Riot Games maupun turnamen regional lainnya.
Dengan regenerasi pemain yang terus berjalan serta semakin berkembangnya skena Valorant di Indonesia, Timnas diharapkan mampu bangkit dan kembali menjadi penantang kuat pada turnamen-turnamen berikutnya.
Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu