Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Terungkap! Rizki Kiper Muda Bukan Korban TPPO, KDM hingga Kapolda Jabar Turun Tangan

Muhammad Aditya Pangestu • Sabtu, 22 November 2025 | 01:30 WIB
Terungkap! Rizki Kiper Muda Bukan Korban TPPO (Dok.Istimewa)
Terungkap! Rizki Kiper Muda Bukan Korban TPPO (Dok.Istimewa)

Jawa Pos Radar Lawu - Polda Jawa Barat akhirnya mengungkap fakta terbaru terkait kasus Rizki Nur Fadillah, kiper muda asal Bandung yang sebelumnya ramai diberitakan sebagai korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. 

Setelah dilakukan koordinasi mendalam dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, polisi memastikan bahwa Rizki bukanlah korban TPPO.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa Rizki saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat di KBRI. 

“Dari keterangan yang kita terima dari KBRI, Rizki dipastikan bukan korban TPPO, dan kasusnya tidak terkait dengan perdagangan orang,” kata Hendra, Kamis (20/11/2025).

Meski demikian, proses pemulangannya tetap menjadi prioritas.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dan Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan ikut turun tangan memastikan kiper muda jebolan Diklat Persib itu bisa segera kembali ke Tanah Air. 

Pemerintah Daerah Jawa Barat juga menyatakan siap menanggung biaya pemulangan bila diperlukan.

“Jika memang ingin kembali, kami siap memulangkannya dan menanggung biayanya,” ujar KDM.

Di Jabar, Rizki tercatat sebagai warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Menanggapi peristiwa ini, KDM mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat menerima tawaran pekerjaan dari pihak asing melalui media sosial. 

Menurutnya, iming-iming gaji besar sering berujung pada praktik penipuan atau kegiatan ilegal.

Meski kabar Rizki sebagai korban TPPO sempat viral, Polda Jabar menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Namun perhatian publik dan pemerintah tetap diarahkan pada upaya pemulangannya. 

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan disebut sangat mendukung langkah-langkah untuk membawa pulang Rizki. 

“Pak Kapolda sangat mendukung proses pemulangan. Kami terus berkoordinasi,” jelas Hendra.

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Rizki berangkat ke Kamboja atas keinginan sendiri.

Ia bahkan berbohong kepada orang tuanya dengan alasan akan bergabung sebagai pemain PSMS Medan.

Faktanya, Rizki mendaftarkan diri untuk bekerja sebagai scammer online melalui sebuah tawaran di media sosial. 

“Dia sadar betul bahwa akan menjadi scammer di sana dengan gaji tertentu,” ungkap Hendra.

Namun pihak kepolisian belum dapat mengungkap kronologi lengkap keberangkatan Rizki. Mereka menunggu kepulangannya untuk mendapatkan keterangan langsung. 

“Ketika sudah kembali, akan kita mintai keterangan lengkap tentang proses keberangkatannya. Saat ini fokus kami adalah sisi kemanusiaan, memastikan Rizki aman sampai tiba di Indonesia,” tambahnya.

Hendra juga menegaskan bahwa Rizki tidak pernah direkrut sebagai pemain PSMS Medan, dan cerita tersebut hanyalah kebohongan yang dibuatnya sendiri.

“Itu murni kebohongan kepada orang tuanya. Dia hanya mengaku akan menjadi pemain PSMS Medan, padahal tujuannya adalah bekerja sebagai scammer,” pungkasnya. (*)

Editor : Riana M.
#psms medan #Kabid Humas Polda Jabar #Rizki Nur Fadilah #kbri #KDM #gubernur jawa barat #kiper muda #tppo