Jawa Pos Radar Lawu - Ange Postecoglou kembali membuktikan magisnya. Pelatih asal Australia itu berhasil mengantarkan Tottenham Hotspur meraih trofi Liga Europa 2024/25 usai menaklukkan Manchester United dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang digelar Kamis (22/5) dini hari WIB.
Kemenangan ini sekaligus memperpanjang catatan emas Postecoglou yang selalu sukses mempersembahkan gelar di musim keduanya bersama klub yang ia tangani.
Gol tunggal dalam laga tersebut dicetak oleh Brennan Johnson pada menit ke-42, cukup untuk mengakhiri puasa gelar Spurs selama 17 tahun.
Baca Juga: Rekomendasi Parfum Cewek Wangi Awet Meski Habis Wudhu, Harga di Bawah Rp 50 Ribu
Trofi ini bukan hanya menjadi penebus kekecewaan fans atas performa buruk Spurs di Liga Inggris yang nyaris terdegradasi dan finish di posisi 17, tetapi juga menjadi validasi nyata dari ucapan sang pelatih yang sempat menuai tawa dan cemoohan.
“Saya tahu kami tak cukup baik di Premier League musim ini. Tapi saya percaya satu gelar dapat mengubah segalanya, bukan sekadar berada di papan atas klasemen,” ujar Postecoglou kepada media usai pertandingan.
Pernyataan sang pelatih tentang ‘selalu menang di musim kedua’ sempat menjadi bahan perdebatan saat ia mengungkapkannya pertama kali pada Agustus 2024.
Kala itu, banyak yang menilai ucapan tersebut terlalu percaya diri, bahkan sombong. Namun Postecoglou membantahnya.
“Orang-orang salah paham. Saya tidak menyombongkan diri. Itu hanya keyakinan yang saya bawa sejak lama.
Saya tak mengucapkan sesuatu kecuali saya benar-benar mempercayainya,” tegasnya, seperti dikutip dari BBC.
Dan kini, ucapannya bukan lagi sekadar klaim. Dengan trofi Liga Europa di tangan, ia menambah panjang daftar klub yang berhasil ia bawa juara pada musim kedua, menyusul:
- South Melbourne – Juara Liga Nasional Australia
- Brisbane Roar – Juara A-League
- Timnas Australia – Juara Piala Asia 2015
- Yokohama F. Marinos – Juara J-League
- Celtic FC – Juara Liga Skotlandia
- Tottenham Hotspur – Juara Liga Europa 2024/25
Rekam jejak tersebut bukan sekadar statistik kosong, melainkan bukti dari filosofi yang ia tanam: membangun pondasi kuat di tahun pertama, dan menuai hasil di tahun kedua.
Bagi fans Spurs, kemenangan ini terasa istimewa bukan hanya karena membawa klub kembali tampil di Liga Champions musim depan, tapi juga karena mengembalikan harapan akan masa depan yang lebih cerah di bawah kendali sang pelatih visioner.
Ange Postecoglou telah menjawab semua keraguan.
Tak dengan banyak bicara, tetapi dengan bukti nyata di lapangan. Dan kini, musim kedua sang pelatih bukan lagi sekadar mitos, tetapi resmi menjadi kenyataan di London Utara. (*)
Editor : Riana M.