Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Persinga Ngawi Gagal ke Liga 3, Joko Susilo: Saya Merasa Malu dan Kecewa

Muhammad Aditya Pangestu • Jumat, 16 Mei 2025 | 18:23 WIB
Joko Susilo (pelatih Persinga), meminta maaf kepada seluruh official dan suporter.
Joko Susilo (pelatih Persinga), meminta maaf kepada seluruh official dan suporter.

Jawa Pos Radar Lawu - Langkah Persinga Ngawi harus terhenti secara tragis di babak 16 besar Liga 4 Nasional 2025.

Meski menutup laga pamungkas Grup C dengan kemenangan tipis 1-0 atas Celebest FC Palu, hasil tersebut belum cukup untuk mengantar Laskar Ketonggo ke babak delapan besar sekaligus promosi ke Liga 3 Nusantara.

Laga penentuan ini berlangsung di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Kamis (15/5) sore, dalam atmosfer panas dan penuh tekanan.

Persinga yang tampil mengenakan jersey merah kebanggaannya, langsung tampil menyerang sejak menit pertama. Mereka menggempur pertahanan Celebest yang turun dengan kostum kuning cerah.

Tekanan bertubi-tubi akhirnya berbuah hasil di menit-menit akhir babak pertama. Wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti.

Eksekusi yang tenang dari pemain Persinga sukses menggetarkan jala Celebest FC dan membawa keunggulan 1-0 bagi tim asal Ngawi. Skor itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Namun, kemenangan tersebut berubah menjadi pil pahit ketika kabar dari laga lain mencuat.

Sang Maestro FC secara mengejutkan berhasil menumbangkan Tribrata Rafflesia FC dengan skor 1-0, hasil yang mengubah peta klasemen akhir Grup C secara drastis.

Dengan hasil itu, Tribrata tetap memuncaki klasemen dengan enam poin, disusul Sang Maestro dengan lima poin.

Sementara Persinga hanya mengoleksi empat poin dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Dua tiket promosi ke Liga 3 resmi menjadi milik Tribrata dan Sang Maestro.

Padahal, secara performa, Persinga tampil cukup solid di turnamen ini. Meski kalah tipis dari Tribrata di laga pembuka dan hanya berbagi angka saat Derby Jatim melawan Sang Maestro, mereka terus menjaga asa hingga laga terakhir.

Kemenangan atas Celebest adalah bukti semangat juang yang tak padam.

Namun, sistem kompetisi yang menggunakan format grup membuat satu hasil buruk bisa menjadi sangat fatal.

Satu kekalahan dan satu imbang cukup untuk menggagalkan mimpi besar Persinga naik kasta ke Liga 3.

Dalam konferensi pers pasca pertandingan, pelatih kepala Joko Susilo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh elemen tim.

Ia tak menutupi rasa kecewanya atas kegagalan tim asuhannya.

“Secara hasil kami bersyukur bisa menang, tapi secara keseluruhan saya kecewa. Jujur saya merasa malu karena belum bisa membawa Persinga ke Liga 3,” ungkap Joko dengan nada getir.

Pelatih berusia 54 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.

Saya mohon maaf kepada manajemen, seluruh jajaran pelatih, pemain, dan terutama kepada suporter yang tak henti memberi dukungan.

Kami sudah berjuang semaksimal mungkin, namun hasil belum berpihak pada kami. Saya siap bertanggung jawab atas kegagalan ini,” tuturnya.

Meski tersingkir, perjuangan Persinga Ngawi layak diapresiasi. Tim ini menunjukkan karakter dan daya juang yang kuat hingga detik akhir.

Kegagalan kali ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk bangkit dan menyusun kekuatan menuju musim berikutnya. (*)

Editor : Riana M.
#konferensi pers #babak 16 besar #pelatih #joko susilo #liga 4 nasional #persinga ngawi