Jawa Pos Radar Lawu - Real Betis seolah menjadi tempat lahir kembali bagi Antony. Winger asal Brasil itu tampil impresif sejak dipinjamkan Manchester United ke klub LaLiga tersebut pada paruh kedua musim 2024/2025.
Dalam 20 pertandingan di semua kompetisi, Antony sukses mencetak 7 gol dan 4 assist sebuah peningkatan signifikan dibanding performanya yang loyo di Old Trafford.
Performa apik ini langsung memantik perhatian klub-klub Eropa lainnya.
Baca Juga: Top Speed Honda CB350 vs Yamaha SR400 vs Royal Enfield Classic 350: Siapa Paling Kencang?
Pria yang mempunyai nama lengkap Antony Matheus dos Santos ini saat ini disebut-sebut sebagai salah satu komoditas panas di bursa transfer musim panas mendatang.
Meski nilai pasarnya belum kembali ke angka tertingginya, tapi grafik penampilannya tengah naik.
Ini jadi momentum yang bisa dimanfaatkan Manchester United untuk melepas sang pemain dengan harga lumayan.
Diketahui, saat dibeli dari Ajax pada musim panas 2022, Antony sempat menjadi pembelian mahal dengan nilai sekitar €95 juta. Sayangnya, ekspektasi tak sejalan dengan kenyataan.
Selama berseragam MU, Antony hanya menyumbang 12 gol dan 5 assist dalam 96 laga di berbagai ajang, angka yang dinilai tak sebanding dengan harga dan gaji yang diterimanya.
Kini, Manchester United dikabarkan membuka peluang menjual Antony, dengan banderol sekitar €40 sampai 50 juta.
Angka ini memang jauh dari puncak nilai pasarnya yang sempat menyentuh €75 juta pada September 2022 versi Transfermarkt.
Bahkan saat ini, estimasi harga Antony telah turun ke kisaran €21 juta, menurut data terbaru dari Footmob.
Baca Juga: Bos BUMN Kebal KPK karena UU Baru? Ini Penjelasan Lengkapnya
Namun, penampilan konsisten dan penuh semangat di Real Betis membuat nilai jualnya berpotensi naik lagi.
Klub asal Spanyol itu bahkan disebut tertarik mempermanenkan status Antony, walau harus bersaing dengan beberapa peminat lain dari Italia dan Prancis.
Di tengah masa depan yang belum pasti di Old Trafford, Antony jelas sedang membuktikan bahwa dia belum habis.
Jika konsisten, musim panas ini bisa jadi titik balik kariernya, baik di klub baru maupun dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik sepak bola Eropa terhadap kemampuannya. (*)
Editor : Riana M.