Jawa Pos Radar Lawu - Satu lagi kisah inspiratif datang dari dunia bulu tangkis Indonesia.
Bukan dari lapangan tempat para atlet bertanding, melainkan dari kursi wasit sosok yang biasanya tak terlalu banyak disorot.
Namun kali ini berbeda.
Seorang wanita cantik asal Kudus, Farikha Sukrotun, berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu wasit bulu tangkis internasional yang resmi diakui dunia.
Perjalanan hidupnya bukan hanya mencerminkan ketekunan dan kerja keras, tetapi juga menyimpan cerita luar biasa tentang mimpi dan keberanian melangkah di jalur yang tak biasa.
1. Dulu Jaga Kasir Toko Bangunan
Tak banyak yang tahu bahwa sebelum mengenakan seragam resmi wasit dan duduk di kursi tinggi di tengah lapangan, Farikha adalah seorang penjaga kasir di sebuah toko bangunan di Kudus.
Ia menjalani kehidupan sederhana, namun menyimpan mimpi besar.
Dari balik meja kasir itu, ia mulai menaruh perhatian pada bulu tangkis, bukan sebagai pemain, melainkan pada sistem pertandingan, aturan, dan dunia perwasitan.
“Waktu itu saya sering menonton pertandingan dan merasa tertarik dengan bagaimana wasit memimpin jalannya permainan.
Dari sana, saya mulai belajar tentang peraturan bulu tangkis,” tutur Farikha dalam wawancara sebelumnya.
2. Satu-satunya Perempuan di Kelas Wasit Kabupaten
Baca Juga: Tetap Pede Meski Berkeringat, Ini Rekomendasi Top 3 Parfum Cowok Indomaret yang Cocok untuk Olahraga
Farikha bukan berasal dari lingkungan atlet atau pelatih.
Namun keberaniannya luar biasa. Ia mendaftarkan diri dalam pelatihan wasit tingkat kabupaten dan menjadi satu-satunya perempuan dalam angkatan tersebut.
Di dunia yang cenderung didominasi laki-laki, ia tak gentar. Ia belajar keras, berlatih dengan disiplin tinggi, dan membangun kepercayaan diri dari nol.
Hasilnya? Pada Uji Kompetensi Nasional Wasit Level A tahun 2019, Farikha berhasil menjadi peringkat 1 nasional. Sebuah pencapaian gemilang yang membuka banyak pintu untuk melangkah lebih jauh.
Tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam karier Farikha.
Ia resmi lulus ujian sebagai umpire internasional, sebuah sertifikasi prestisius yang memungkinkan dirinya memimpin pertandingan bulu tangkis di tingkat Asia dan dunia.
Kelulusan ini bukan hanya tentang status, tetapi juga soal kepercayaan. Ia harus menjalani serangkaian ujian, pelatihan, dan simulasi pertandingan berstandar internasional.
Kini, Farikha Sukrotun menjadi salah satu dari sedikit perempuan Indonesia yang menyandang gelar wasit internasional, dan bisa ditugaskan memimpin pertandingan di turnamen resmi seperti SEA Games, Asia Championship, bahkan turnamen BWF World Tour.
3. Cantik, Tegas, dan Profesional
Tak hanya prestasinya yang mencuri perhatian. Penampilan Farikha yang anggun dan cantik, dipadukan dengan sikap tegas dan profesional saat bertugas di lapangan.
Menjadikannya sosok yang dihormati oleh pemain dan penonton.
Ia tahu kapan harus bersikap keras, dan kapan harus meredam tensi pertandingan dengan ketenangan.
Keseimbangannya antara ketegasan dan keanggunan menjadikannya panutan dan sorotan dalam berbagai pertandingan yang ia pimpin.
4. Simbol Harapan bagi Perempuan Indonesia
Di tengah upaya mendorong kesetaraan gender dalam dunia olahraga, kehadiran Farikha menjadi angin segar.
Ia adalah bukti bahwa perempuan cantik, cerdas, dan berani bisa mengambil peran penting bahkan dalam sektor yang masih didominasi laki-laki.
Ia menjadi inspirasi, terutama bagi perempuan muda Indonesia yang ingin mengejar mimpi di bidang olahraga—baik sebagai atlet, pelatih, jurnalis, atau wasit seperti dirinya.
Nama Farikha kini mulai dikenal luas setelah memimpin pertandingan-pertandingan nasional.
Ia baru saja mendapatkan kepercayaan untuk memimpin partai final Badminton Asia Championship (BAC) 2025—sebuah ajang prestisius yang mempertemukan pebulutangkis top Asia.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam kariernya dan menjadi sorotan media serta publik pencinta bulu tangkis.
Perjalanan Farikha Sukrotun, wasit cantik asal Kudus, adalah kisah tentang bagaimana impian besar bisa tumbuh dari tempat yang paling sederhana.
Dari balik meja kasir toko bangunan, ia kini berada di panggung olahraga Asia, membawa nama Indonesia dengan bangga.
Ketekunan, keberanian, dan dedikasi membawanya menembus batas, dan kisahnya menjadi motivasi yang menyentuh banyak hati. (*)