Jawa Pos Radar Lawu - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara terbuka mengungkapkan kebutuhan dana besar untuk mengembangkan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan.
Tak senggan ia menegaskan, dana sebesar Rp 1 triliun diperlukan untuk menjalankan program-program yang telah dirancang demi masa depan sepak bola nasional.
Dalam konferensi pers pada Kamis (27/2) lalu, Erick Thohir menjelaskan bahwa dana tersebut sesuai dengan blueprint yang dimiliki PSSI untuk memastikan keberlanjutan program sepak bola nasional.
Namun, hingga saat ini, PSSI baru berhasil mengumpulkan Rp 650 miliar.
“Saya sampaikan, kalau sesuai dengan blueprint yang kami punya, itu kan minimum itu Rp 1 triliunan kalau memang kami ingin sustainable terus,” ujar Erick kepada awak media.
Dana yang sudah terkumpul sejauh ini dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung tim nasional Indonesia (timnas) dalam berbagai kategori usia, baik putra maupun putri.
Meski begitu, Erick mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama.
“Ini kan masih Rp 650 (miliar). Jadi, memang masih banyak untuk program-program yang kami coba lakukan dengan keterbatasan dana. Tapi, kami fokus tim nasional,” jelas Erick.
Untuk memaksimalkan pengumpulan dana, PSSI telah membentuk PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI). Perusahaan ini memiliki hak pengelolaan aset timnas, termasuk kekayaan intelektual (IP rights).
Keuntungan yang diperoleh dari PT GSI sepenuhnya akan digunakan untuk pengembangan sepak bola nasional, seperti pemusatan latihan (TC) bagi seluruh kategori usia.
Erick menegaskan bahwa keuntungan dari PT GSI tidak akan digunakan sebagai dividen atau keuntungan pribadi. Sebaliknya, seluruhnya dialokasikan untuk mendukung program-program timnas.
“PT GSI itu kan dibentuk untuk memegang seluruh IP rights untuk kegiatan tim nasional,” terang Erick.
“Nah, keuntungannya masalahnya ditaruh ke tim nasional semua. Jadi, bukan berupa dividen,” tambahnya.
Dengan pengelolaan yang terarah dan dana yang memadai, Erick berharap sepak bola Indonesia bisa berkembang secara berkelanjutan.
Fokus utama PSSI adalah meningkatkan kualitas pemain, pelatih, dan wasit untuk membawa timnas Indonesia ke level internasional yang lebih kompetitif. (okta)