Jawa Pos Radar Lawu – Pacific Caesar Surabaya masih berjuang keras di Indonesian Basketball League (IBL) 2025 setelah hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan.
Terbaru, Pacific Caesar Surabaya harus kembali menelan kekalahan dari Tangerang Hawks dengan skor 82-90 di Indomilk Arena, Sabtu (1/2).
Salah satu faktor utama yang membuat Pacific Caesar kesulitan di IBL 2025 adalah minimnya pemain big man.
Hal tersebut berdampak pada dominasi lawan di area bawah ring (paint area).
Pelatih Dimas Aniz Setiawan menyoroti kelemahan itu setelah timnya harus kehilangan 54 poin.
Atau 60 persen dari total poin lawan hanya dari paint area.
Di IBL 2025, Pacific tidak memiliki pemain asing yang bisa mengawal area bawah ring.
Berbeda dengan Hawks yang diperkuat oleh Jarred Shaw.
Sebelumnya, Pacific Caesar Surabaya sudah melepas Alioune Tew.
Sementara Adonnexy Joshua Bramah, yang diharapkan bisa mengisi posisi tersebut, masih mengalami cedera.
"Kami harus segera mencari solusi untuk menutup kelemahan ini," ujar Dimas Aniz Setiawan kepada Jawa Pos.
"Jika pemain impor kami masih belum bisa main di laga berikutnya, kami harus bekerja ekstra," imbuhnya.
Dengan kondisi yang ada, pelatih Pacific Caesar menegaskan timnya harus segera beradaptasi untuk menghadapi lawan-lawan kuat di IBL.
"Kami sudah menyiapkan adjustment plan A, B, dan C, tetapi hasilnya masih belum maksimal," tambahnya.
Sementara itu, kapten tim Miguel Miranda tetap optimistis.
Timnya bisa terus berkembang meskipun sedang dalam kondisi sulit.
"Kami bermain cukup bagus dengan tim yang ada. Kami harus lebih baik lagi di laga berikutnya," ujar Miranda.
Setelah kekalahan dari Hawks, Pacific Caesar Surabaya akan menghadapi laga kandang melawan Satria Muda di GOR Pacific Caesar, Jumat (7/2).
Satria Muda sedang dalam performa terbaiknya, belum sekalipun menelan kekalahan dalam lima laga terakhir.
Laga ini akan menjadi ujian besar bagi Pacific di IBL 2025.
Mampukah Pacific bangkit dan mengatasi krisis big man mereka? (Jawa Pos/ota)
Editor : Andi Chorniawan