Jawa Pos Radar Lawu - Timnas Indonesia akan bertanding melawan Arab Saudi pada laga pembuka putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam sejarah pertemuan kedua tim, Indonesia memiliki catatan kurang baik karena belum pernah meraih kemenangan atas Arab Saudi.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada Kamis (5/9) waktu setempat atau Jumat (6/9) dini hari WIB.
Laga ini merupakan pertandingan pertama Timnas Indonesia di Grup C, sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya seperti Jepang, Australia, Bahrain, dan Tiongkok.
Arab Saudi adalah lawan yang sulit bagi Timnas Indonesia. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi tantangan besar, mengingat perbedaan signifikan dalam peringkat kedua tim.
Seperti yang diketahui, Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat ke-133 dalam ranking FIFA, yang jauh tertinggal dibandingkan dengan Arab Saudi yang menempati peringkat ke-56 dunia.
Pertemuan pertama antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi terjadi pada 30 September 1981 dalam ajang Lion City Cup, dimana Indonesia kalah 3-1.
Kekalahan tersebut menjadi awal dari serangkaian hasil buruk bagi Timnas Indonesia.
Dalam 11 pertemuan berikutnya, Indonesia tidak pernah menang, dengan hasil terbaik hanya satu kali imbang.
Satu-satunya hasil imbang terjadi dalam pertandingan persahabatan di Stadion Shah Alam, Kuala Lumpur, pada 7 Oktober 2011.
Dalam pertandingan yang merupakan bagian dari persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2014 tersebut, Timnas Indonesia, yang dilatih oleh Wim Rijsbergen, menahan Arab Saudi dengan skor 0-0.
Timnas Indonesia terakhir kali bertemu dengan Arab Saudi sembilan tahun lalu, tepatnya pada Kualifikasi Piala Asia 2015. Saat itu, Garuda harus mengakui keunggulan lawan dengan kekalahan tipis 1-0 di Stadion Prince Mohammed bin Fahd pada 5 Maret 2005.
Rangkaian statistik tersebut jelas tidak menguntungkan bagi Timnas Indonesia, terlebih lagi mereka harus bermain sebagai tim tamu melawan Arab Saudi.
Dilansir dari Jawa Pos (4/9) Shin Tae-yong, pelatih kepala Timnas Indonesia saat ini, menyadari situasi tersebut. Namun, pelatih asal Korea Selatan itu berjanji akan mempersiapkan Garuda sebaik mungkin untuk meraih hasil terbaik.
"Pastinya target mendapatkan hasil yang baik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin, karena saya bukan Tuhan. Jadi, enggak bisa tahu (hasilnya akan seperti apa). Bola itu bundar, situasi bisa berubah, enggak ada yang tahu juga, kita hanya akan berusaha semaksimal mungkin," kata pelatih asal Korea Selatan tersebut. (*)
Editor : Riana M.