Jawa Pos Radar Lawu - Saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi sorotoan publik karena salah seorang pemain Timnas Sepak Bola Putri tidak diterima sekolah SMKN 1 Balikpapan.
Dilansir dari Lintasbalikpapan, pemain sepak bola yang tergabung dalam Timnas tersebut adalah Edelweizz Auradiva yang merupakan warga Kelurahan Tertib, Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Edelweizz adalah pemain Timnas sepak bola putri yang mendapatkan rekomendasi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang ditanda tangani langsung oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Tidak hanya itu, Edelweizz juga mendapatkan rekomendasi dari KONI Kalgim yanh ditujukan kepada SMKN 1 Balikpapan agar siswa tersebut dapat diterima.
Orang tua Edelweizz, Dedi Achmad mengatakan bahwa pihaknya telah memperlihatkan surat rekomendasi dari PSSI dan Koni Kaltim kepada kepala SMKN 1 Balikpapan melalui pesan whatsapp.
Namun kepala sekolah mengatakan bahwa hal tersebut harus lewat jalur prestasi.
"Saya bilang sudah pak dan nama anak saya tidak ada, kepala sekolah hanya bilang lewat jalur reguler saja." Kata Dedi.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah menunggu selama dua hari untuk memastikan apakah putrinya itu diterima atau tidak.
Namun, hingga akhir pendaftaran pihaknya tidak menemukan nama Edelweizz Auradiva.
"Saat itu saya bingung mau kemana lagi karena pendaftaran jalur prestasu sudah tutup. Artinya, prestasi sebagai pemain Timnas sepak bola putru tidak berpengaruh apa-apa untuk masuk sekolah," tuturnya (3/7).
Dedi mengaku sudah mengiklaskan putrinya yang tidak diterima di SMKN 1 Balikpapan itu.
"Mungkin ini sudah jalan yang terbaim sehingga anak saya bersekolah di sekolah swasta yang ada di Samarinda," pungkasnya. (*)
Editor : Riana M.