Jawa Pos Radar Lawu - Dalam Tournament Mobile Legend Professional League (MPL) Indonesia babak playoff game yang kedua ini mempertemukan kedua tim yang lagi kuat-kuatnya yaitu Si Macan Putih Evos Glory dengan Sang Robot Bigetron Alpha.
Dalam game yang kedua ini, sang Macan Putih sedang menghadapi tim dari puncak klasemen yakni Bigetron Alpha untuk mendapatkan tiket menuju Upper Bracket.
Kedua tim ini saling memberikan line up roaster andalan mereka, Evos Glory dengan Branz, Fluffy, Anavel, DreamS, dan Clawkun. Sedangkan di sisi Bigetron Alpha ada KYY, Emann, Moreno, Super Kenn, Xorizo.
Game yang pertama, Evos Glory benar-benar mendominasi permainan baik itu di early game sampai late game.
Walau pada saat early game, Anavel yang menggunakan Baxia melakukan gerakan yang berlebihan, namun hal itu tak membuat Evos Glory gentar.
Setelah kejadian itu, para pemain Evos Glory bermain sangat rapi terutama DreamS yang selalu membuat moment dengan Minotaurnya.
Dengan kegigihan pemain Evos berhasil mengakhiri pertandingan kurang dari 15 menit saja.
Pertandingan game kedua ini semakin sengit, kedua tim saling menukar point kill dan memperkaya diri sendiri.
Hampir setiap menitnya kedua tim ini saling menukar serangan untuk mendapatkan point kill tambahan dan pundi-pundi uang.
Namun karena pergerakan dari seorang DreamS yang sangat baik dan Fluffy dengan Terizlanya yang on point membuat Evos Glory memenangkan game kedua ini dalam waktu 14.52 menit.
Baca Juga: 4 Daya Tarik yang Tersaji di Tawangmangu Wonder Park Karanganyar, Menawakan Wisata Seru Bikin Candu
Menuju game yang ketiga, kedua pemain semakin memanas dengan masing-masing tim yang memiliki draft pick yang kuat.
Namun keagresifan tim Evos pada game pertama dan kedua kini tak bisa terlihat pada game ketiga kali ini.
Bigetron memegang game ketiga ini mulai dari early sampai late game, bahkan Cecilion yang digunakan oleh Moreno menggila dalam game ketiga ini.
Memang dalam keadaan tertentu, Bigetron mengalami kesulitan bahkan hampir terkena Wipe Out.
Namun, karena Cecilion Moreno yang sudah memiliki item dan stack yang cukup ditambah inisiasi dari KYY yang menggunakan hero Chip sangat on point membuat Bigetron memiliki momentumnya kembali dan berakhir memenangkan game ketiga dalam waktu 15.25 menit.
Karena Cecilion Moreno game berlanjut sampai pada game yang ke empat. Disini Moreno kembali menggunakan Cecilion dan Bigetron masih mendominasi di early game sama seperti game sebelumnya.
Namun, saat memasuki mid game pada lord yang pertama, DreamS yang menggunakan Tigreal melihat celah yang sangat baik di mana para pemain Bigetron berapa dalam posisi yang berdekatan.
Tanpa pikir panjang, DreamS langsung melakukan inisiasi dengan membuang Flicker dan langsung ulti.
Karena hal itu, ultimate Tigreal DreamS mengenai 4 orang dari Bigetron Alpha. Sontak para pemain Evos langsung datang untuk membantu dengan mengeluarkan seluruh skill hero mereka.
Tak butuh waktu lama, keempat pemain dari Bigetron Alpha harus lenyap dan menyisakan Moreno seorang.
Dengan adanya minion di mid lane bergerak dan hanya tersisa Moreno sendiri, para pemain Evos langsung melakukan straight push kearah mid lane dan berhasil memenangkan game keempat kurang dari 13 menit.
Kemenangan Evos Glory vs Bigetron Alpha 3:1 membuat Evos Glory maju ke langkah berikutnya yakni Final Upper Bracket untuk melawan sang Raja Langit Fnatic Onic.
Sedangkan Bigetron Alpha harus memperebutkan kemenangan menuju babak Grand Final dengan melawan Geek Fam di Final Lower Bracket mendatang. (dimas-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid