BOJONEGORO, Jawa Pos Radar Lawu – Persekama pulang dengan wajah tertunduk. Lawan Persibo Bojonegoro di Stadion Letjen H Soedirman, kemarin (7/1), anak asuh Totok Anjik itu ditekuk 0:3 tanpa balas.
Gol pembuka tercipta melalui titik putih. Itu setelah bek belakang dianggap melakukan pelanggaran saat melakukan clearing ball di dalam kotak pinalti. Gol diciptakan oleh Diego Banowo di menit ke-22.
Sedangkan, dua gol lainnya tercipta di babak kedua. Gol kedua melalui sontekan Irsyad Furqoni di menit ke-77 usai melakukan akselerasi dari sisi kanan pertahanan Persekama.
Sementara gol pamunhkas, terakhir melalui sundulan. Diego Banowo berhasil mencocor bola hasil crossing di menit ke-91.
‘’Build-up serangan dari Persibo memang luar biasa,’’ ungkap Asisten pelatih Persekama Budi ‘Sogol’ Purnomo.
Meski begitu, Cahya dkk tetap kebagian apresiasi dari Budi Sogol. Anak asuhnya setidaknya mampu menahan banyak gempuran lawan.
Pun sempat memberikan perlawanan meski berakhir tanpa gol. ‘’Ke depan kami akan pertajam serangan, cara main, kerjasama tim dan akurasi passing,’’ imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Umum (Sekum) Persekama Ansori menyayangkan gol pertama Persibo Bojonegoro.
Keputusan wasit Luthfi Hardianto memberikan hadiah pinalti dianggapnya tidak perlu. Clearing ball pemainnya bersih.
Hadiah itupun menjadi beban Persekama mengejar ketertinggalan. ‘’Sedangkan dua gol tambahan terus terang anak-anak kewalahan akibat digempur terus-terusan,’’ tuturnya. (odi)
Editor : Loditya Fernandes