Cumi-Cumi dengan Tentakel Panjang Ini Terekam untuk Pertama Kalinya di Pasifik Timur Laut

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 21:08 WIB
Bigfin squid (MBARI)
Bigfin squid (MBARI)

Jawa Pos Radar Lawu - Kegelapan menyelimuti dasar laut sekitar 3.277 meter di bawah permukaan ketika kamera kapal selam tanpa awak menangkap sesuatu yang tidak biasa. Dari sudut layar, tentakel panjang perlahan muncul sebelum tubuh seekor cumi-cumi aneh terlihat sepenuhnya.

Hewan itu adalah bigfin squid (Magnapinna), salah satu cumi-cumi laut dalam yang paling sulit ditemukan. Pertemuan tersebut terjadi di dekat Davidson Seamount, sekitar 130 kilometer barat daya Monterey, California, dan menjadi pengamatan hidup pertama yang terkonfirmasi dari bigfin squid di kawasan Pasifik Timur Laut.

Penampakan ini direkam pada 7 Agustus 2026 oleh peneliti dari Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) bersama mitra dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menggunakan kendaraan bawah laut tanpa awak Doc Ricketts.

Muncul di Tengah Ekspedisi Dasar Laut

Para peneliti sebenarnya tidak sedang mencari bigfin squid ketika melakukan penyelaman tersebut. Mereka tengah mempelajari kehidupan di sekitar Davidson Seamount dan Sur Ridge, dua kawasan yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi di Monterey Bay National Marine Sanctuary.

Target mereka antara lain komunitas karang dan spons laut dalam, gurita yang sedang mengerami telur, serta paus berparuh yang sedang mencari makanan.

Namun, di kedalaman lebih dari 3.000 meter, kamera justru menangkap salah satu penghuni laut yang sangat jarang terlihat.

Olívia Soares Pereira, ekolog laut dalam sekaligus peneliti pascadoktoral MBARI, mengaku langsung menyadari bahwa hewan yang muncul di layar bukan makhluk biasa.

"Every dive into the deep brings an opportunity to see something new. You never know what you’ll encounter,"

Pereira juga menggambarkan momen ketika tentakel pertama muncul dari bagian atas layar. Awalnya ia mengira benda tersebut mungkin ubur-ubur, tetapi bentuk "siku" pada lengannya membuat identitas hewan itu segera dikenali sebagai Magnapinna.

Baca Juga: Bukan Lampu, Laut Ini Benar-Benar Berkilau Seperti Langit Penuh Bintang

Punya Pose seperti Siku

Salah satu bagian paling menarik dari rekaman tersebut adalah posisi tubuh bigfin squid.

Hewan ini terlihat melayang di atas dasar laut sambil menekuk lengan dan tentakelnya hingga membentuk sudut sekitar 90 derajat. Para peneliti menyebut posisi tersebut sebagai "elbow pose" atau pose siku.

Menurut Pereira, posisi itu kemungkinan berkaitan dengan cara bigfin squid mencari makanan.

"Based on the behavior of other deep-sea squids, we believe this pose could be a part of their feeding tactics," Pereira told Live Science in an email. "The arms and tentacles are extended so they do not get tangled up and passively capture prey that sticks to them."

Dengan posisi tersebut, lengan dan tentakel dapat terbentang tanpa mudah saling melilit. Mangsa yang melewati atau menyentuh bagian tubuh tersebut kemungkinan dapat tertangkap secara pasif. Namun, peneliti menekankan bahwa fungsi pasti dari perilaku tersebut masih perlu dipelajari lebih lanjut.

Tentakelnya Bisa Jauh Lebih Panjang dari Tubuh

Bigfin squid termasuk kelompok cumi-cumi yang hidup di bagian laut paling dalam. Beberapa individu diketahui ditemukan pada kedalaman lebih dari 6.000 meter.

Hal yang paling mencolok dari hewan ini adalah proporsi tubuhnya. Sebagian besar panjang keseluruhannya berasal dari lengan dan tentakel yang sangat panjang, bahkan dapat mencapai sekitar 20 kali panjang tubuhnya.

Individu yang terekam dalam ekspedisi tersebut memiliki panjang total sekitar 1,25 meter, jika dihitung dari tubuh hingga ujung lengan dan tentakelnya.

Penampilan ini membuat bigfin squid terlihat sangat berbeda dari kebanyakan cumi-cumi yang lebih familiar bagi manusia. Tubuhnya relatif kecil, sementara bagian lengan dan tentakelnya tampak tipis dan memanjang ke bawah.

Baca Juga: Cacing Laut yang Cuma Muncul Setahun Sekali dan Jadi Tradisi Sakral di Lombok

Baru Sekitar 70 Kali Diamati

Meski bigfin squid sudah dikenal ilmuwan, hewan ini masih termasuk sangat sulit diamati secara langsung.

Menurut MBARI, secara keseluruhan hanya sekitar 70 bigfin squid yang pernah diamati atau dikumpulkan. Pertemuan MBARI sebelumnya dengan hewan tersebut terjadi di sekitar Hawaii pada 2001.

Pereira sendiri mengatakan bahwa sebelum penemuan di California tersebut, ia sempat melihat dua bigfin squid lainnya dalam ekspedisi ke Mid-Atlantic Ridge bersama Schmidt Ocean Institute pada awal 2026.

"When we saw this one, I couldn't believe my luck!"

Kalimat tersebut menggambarkan betapa tidak terduganya pertemuan dengan hewan yang jarang terlihat itu.

Terekam Saat Peneliti Menjelajahi Seamount

Bigfin squid tersebut ditemukan ketika tim mengoperasikan ROV Doc Ricketts di sekitar Davidson Seamount.

Lokasi pertemuan berada pada kedalaman sekitar 10.751 kaki atau 3.277 meter. Ekspedisi berlangsung selama 10 hari, mulai 3 hingga 12 Agustus 2026, dengan fokus utama mempelajari ekosistem di sekitar sejumlah gunung bawah laut.

Davidson Seamount sendiri merupakan gunung bawah laut yang menjadi habitat berbagai organisme laut dalam. Karena berada jauh di bawah permukaan, wilayah seperti ini sulit diteliti tanpa kendaraan khusus yang mampu beroperasi dalam kondisi tekanan ekstrem dan tanpa cahaya matahari.

Satu Rekaman, Banyak Pertanyaan Baru

Penampakan bigfin squid ini memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk melihat perilaku hewan tersebut secara langsung di habitat aslinya. Namun, satu rekaman belum cukup untuk menjawab seluruh misteri tentang kehidupan mereka.

Para peneliti masih ingin memahami bagaimana bigfin squid mendapatkan makanan, seberapa luas persebarannya, serta bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan laut dalam yang gelap dan memiliki tekanan sangat tinggi.

Bagi Pereira, kemunculan hewan ini justru menunjukkan bahwa masih banyak kejutan yang bisa ditemukan di dasar laut.

"We were looking for thriving communities of deep-sea corals and sponges, brooding deep-sea octopus, and feeding beaked whales," Pereira said. "Finding a rare animal that we weren't specifically looking for highlights the incredible diversity and habitat complexity of this region."

Pertemuan yang tidak direncanakan tersebut akhirnya menghasilkan salah satu pengamatan paling langka dalam ekspedisi. Di kedalaman ribuan meter, ketika cahaya matahari sama sekali tidak mencapai dasar laut, kamera peneliti berhasil merekam makhluk yang selama ini lebih sering hanya muncul dalam pengamatan terbatas.

Rekaman tersebut kembali menunjukkan betapa banyak kehidupan laut dalam yang masih belum sepenuhnya diketahui manusia.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Live Science, MBARI
fakta hewan Bigfin squid cumi-cumi laut dalam laut dalam hewan laut