Kucing Kecil Ini Ternyata Spesies Baru, Terungkap Setelah DNA-nya Diteliti

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 20:34 WIB
Leopardus tilcayo (REUTERS)
Leopardus tilcayo (REUTERS)

Jawa Pos Radar Lawu - Selama lebih dari satu abad, tidak ada spesies kucing hidup baru yang secara resmi dikenali ilmuwan. Kini, penantian itu berakhir. Seekor kucing liar berukuran kecil dari hutan awan Bolivia ternyata bukan sekadar bagian dari spesies yang sudah dikenal.

Melalui analisis genetik, para ilmuwan mengidentifikasi kucing tersebut sebagai spesies baru bernama Leopardus tilcayo. Hewan ini merupakan salah satu jenis tiger cat, kelompok kucing liar bertubuh kecil dengan pola bulu berbintik yang hidup di Amerika Selatan.

Penemuan ini sekaligus mengubah pemahaman ilmuwan mengenai hubungan kekerabatan tiger cat. Kelompok yang sebelumnya dianggap sebagai satu spesies ternyata mencakup lima spesies berbeda.

Bukan Sekadar Kucing Biasa

Leopardus tilcayo ditemukan di kawasan hutan awan Yungas, Bolivia. Ukurannya bahkan lebih kecil daripada kucing rumahan pada umumnya.

Kucing ini memiliki berat sekitar 1,5 hingga 2 kilogram dan panjang tubuh hingga sekitar 50 sentimeter, belum termasuk ekor yang dapat mencapai sekitar 25 sentimeter.

Salah satu individu yang menjadi perhatian ilmuwan adalah seekor kucing jantan bernama Tigrino. Ia hidup di sebuah tempat perlindungan satwa di Bolivia setelah tiba sekitar satu dekade lalu.

Menariknya, sejak awal Tigrino sudah terlihat berbeda.

"It didn't look like the other [cats]," Nogales-Ascarrunz said, "but we didn't expect a new species itself."

Paola Nogales-Ascarrunz, ahli biologi sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan Tigrino memang tidak tampak seperti kucing-kucing lain. Namun, pada saat itu mereka tidak menyangka perbedaannya ternyata menunjukkan keberadaan spesies baru.

Baca Juga: Kucing Tidur Melingkar atau Telentang? Kenali Makna Posisi Tidurnya

DNA Membongkar Pohon Keluarga Tiger Cat

Selama bertahun-tahun, klasifikasi tiger cat menjadi persoalan yang cukup rumit. Kucing-kucing tersebut memiliki penampilan yang sangat mirip sehingga perbedaannya sulit dikenali hanya berdasarkan ciri fisik.

Pada abad ke-20, berbagai jenis tiger cat bahkan sempat digabungkan ke dalam satu spesies, yaitu Leopardus tigrinus.

Kemajuan teknologi genom kemudian memungkinkan ilmuwan melihat perbedaan yang tidak terlihat dari luar. Penelitian terbaru menganalisis genom lengkap dari 38 sampel kucing yang berasal dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Delapan di antaranya berasal dari spesimen museum.

Sampel tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk:

•Kosta Rika

•Kolombia

•Peru

•Bolivia

•Brasil

•Suriname

•Guyana

•Venezuela

Dengan membandingkan materi genetik tersebut, peneliti dapat melacak hubungan evolusi serta waktu ketika garis keturunan kucing-kucing tersebut mulai terpisah.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang selama ini disebut tiger cat sebenarnya terdiri atas lima spesies berbeda. Empat di antaranya sudah pernah diusulkan sebelumnya, sedangkan Leopardus tilcayo menjadi spesies baru yang kini mendapatkan pengakuan berdasarkan bukti genetik.

Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan subspesies baru dari Leopardus tigrinus, yang diberi nama Leopardus tigrinus antisuyo.

Baca Juga: Viral! Kucing Pororo ‘Ngreog’ Saat Bertemu Bobby, Kucing Presiden Prabowo: Momen Lucu yang Bikin Netizen Heboh

Terakhir Kali Kucing Baru Ditemukan Lebih dari 100 Tahun Lalu

Penemuan L. tilcayo menjadi perhatian karena merupakan spesies kucing hidup baru pertama yang diidentifikasi dalam lebih dari satu abad.

Spesies kucing hidup yang sebelumnya dianggap sebagai penemuan baru adalah Uruguayan pampas cat (Leopardus fasciatus), yang dideskripsikan pada 1923. Artinya, penemuan terbaru ini datang setelah lebih dari 100 tahun sejak spesies kucing hidup baru terakhir kali dideskripsikan.

Nama tilcayo sendiri berasal dari sebutan masyarakat lokal untuk kucing tersebut.

Terpisah Jutaan Tahun dari Kerabatnya

Analisis genetik menunjukkan bahwa Leopardus tilcayo memiliki sejarah evolusi yang cukup panjang. Spesies ini diperkirakan mulai berpisah dari spesies Leopardus lainnya sekitar 1,4 juta tahun lalu.

Temuan tersebut bukan hanya menambah satu nama baru dalam daftar spesies kucing. Peneliti juga mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana kelompok tiger cat berkembang dan terpisah satu sama lain.

Fabio Oliveira do Nascimento, taksonom dari Museum Zoologi Universitas São Paulo yang tidak terlibat dalam penelitian, menggambarkan pohon keluarga tiger cat sebagai persoalan yang telah lama diperdebatkan.

"Our understanding of the natural history, evolution and taxonomy of the group has begun to become clearer, resolving long-standing questions while raising new ones," Nascimento noted.

Menurutnya, pemahaman mengenai sejarah alam, evolusi, dan taksonomi kelompok tersebut kini mulai semakin jelas. Namun, temuan baru itu sekaligus membuka pertanyaan lain yang masih perlu diteliti.

Masih Banyak yang Belum Diketahui

Meski sudah resmi dikenali sebagai spesies tersendiri, informasi mengenai Leopardus tilcayo masih sangat terbatas.

Deskripsi spesies tersebut saat ini didasarkan pada hanya dua individu hidup di Bolivia. Salah satunya merupakan individu yang ditangkap dan difoto di alam liar, sementara yang lainnya adalah Tigrino yang hidup dalam penangkaran.

Ilmuwan masih perlu mengetahui lebih jauh mengenai:

•Makanan dan pola makan L. tilcayo

•Wilayah persebarannya

•Jumlah populasinya di alam

•Perilaku dan ekologinya

Data tersebut penting karena status konservasi kelompok tiger cat juga dapat berubah setelah masing-masing spesies dinilai secara terpisah.

Penemuan Ini Bisa Berdampak pada Konservasi

Selama ini, beberapa tiger cat telah dikategorikan rentan dengan populasi yang menurun. Namun, ketika spesies baru seperti L. tilcayo dipisahkan dari kelompok yang lebih besar, jumlah sebenarnya dari setiap populasi bisa terlihat berbeda.

Jonas Lescroart, biolog evolusi dari University of Antwerp sekaligus salah satu penulis penelitian, mengatakan pemisahan tersebut dapat membuat kondisi beberapa populasi terlihat lebih mengkhawatirkan ketika dinilai secara individual.

"Species that are currently considered 'vulnerable' under the single label of 'northern tiger cat' may increase to 'endangered' when assessed on their own," Lescroart told Live Science.

Ancaman terhadap tiger cat sendiri mencakup deforestasi, perdagangan satwa liar, serta penyakit yang ditularkan anjing domestik. Karena itu, para peneliti berharap penemuan spesies baru ini dapat meningkatkan perhatian terhadap upaya konservasi.

Bagi ilmuwan, penemuan Leopardus tilcayo menunjukkan bahwa bahkan setelah lebih dari 100 tahun tanpa penemuan spesies kucing hidup baru, masih ada bagian dari pohon kehidupan yang belum sepenuhnya dipahami. Teknologi genetika kini membantu mengungkap perbedaan yang sebelumnya tersembunyi di balik penampilan kucing-kucing yang terlihat hampir sama.

(Silva Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Live Science
spesies kucing baru hewan langka fakta hewan satwa liar kucing liar