Setengah Abad Tak Terlihat, Nabarlek Akhirnya Tertangkap Kamera di Australia

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:53 WIB
Seekor Narbalek tertangkap kamera jebakan | Sumber gambar: Australian Wildlife Conservancy (AWC)
Seekor Nabarlek tertangkap kamera jebakan | Sumber gambar: Australian Wildlife Conservancy (AWC)

Jawa Pos Radar Lawu - Selama lebih dari setengah abad, jejak nabarlek nyaris tak terlihat di salah satu wilayah terpencil Australia Barat. Kini, seekor wallaby mungil itu kembali muncul di hadapan kamera jebak yang dipasang peneliti di kawasan Kimberley.

Temuan tersebut menjadi kabar penting bagi upaya konservasi nabarlek, spesies wallaby yang dikenal sebagai salah satu marsupial terkecil di Australia. Hewan ini merupakan wallaby terkecil kedua di negara tersebut dan diyakini berada di ambang kepunahan.

Kamera jebak berhasil merekam nabarlek di dua lokasi di wilayah Kimberley, tepatnya di mainland Dambeemangaddee Country. Bagi Australian Wildlife Conservancy (AWC), penemuan ini memberikan kesempatan langka untuk memastikan bahwa spesies tersebut masih bertahan di wilayah yang sebelumnya belum diketahui sebagai habitatnya.

KAMERA JEBAK MEMBUKA KEMBALI JEJAK NABARLEK 

AWC menggambarkan penemuan tersebut seperti menemukan jarum di tumpukan jerami. Rekaman kamera tidak hanya mengonfirmasi keberadaan nabarlek, tetapi juga memberikan informasi baru mengenai ekologi dan kemungkinan persebaran populasinya di Australia bagian utara.

Baca Juga: Bukan Dinosaurus, Hewan Purba Ini Ternyata Masih Hidup di Indonesia!

Larissa Potter, senior field ecologist di AWC, menyebut temuan itu sebagai perkembangan penting bagi penelitian spesies tersebut.

“Ini sangat menarik dan merupakan kabar baik bagi spesies ini,” kata Larissa Potter, ahli ekologi lapangan senior AWC. “Memastikan keberadaan nabarlek di dua lokasi baru di daratan Dambeemangaddee Country merupakan langkah penting untuk memahami wilayah persebaran spesies ini.”

Ia juga menilai temuan tersebut memberikan gambaran bahwa populasi nabarlek yang terancam masih mampu bertahan di daratan Kimberley.

“Hal ini juga melegakan karena menunjukkan bahwa wallaby yang terancam ini masih bertahan di daratan Kimberley, di lokasi yang sebelumnya tidak kami ketahui sebagai tempat keberadaannya.”

LIMA KAMERA DIPASANG UNTUK MEREKAM AKTIVITAS MALAM 

Untuk mengetahui hewan yang masih hidup di kawasan tersebut, tim peneliti memasang lima kamera yang aktif berdasarkan gerakan. Kamera bekerja pada malam hari dan merekam berbagai hewan yang melintas di lokasi penelitian.

Namun, memastikan bahwa hewan yang terekam benar-benar nabarlek bukan perkara mudah. Ada dua spesies lain yang dapat membuat identifikasi menjadi rumit. Monjon memiliki penampilan yang hampir menyerupai nabarlek, sedangkan short-eared rock-wallaby memiliki DNA yang sangat mirip. Karena itu, peneliti membutuhkan bukti visual sekaligus genetik.

IDENTIFIKASI DILANJUTKAN DENGAN PEMERIKSAAN DNA

Foto dari kamera membantu peneliti menyingkirkan kemungkinan keberadaan short-eared rock-wallaby di lokasi tersebut. Setelah spesies itu dapat dikesampingkan, tantangan berikutnya adalah membedakan nabarlek dari monjon. Keduanya memiliki kemiripan fisik sehingga foto saja belum cukup untuk memberikan kepastian.

Peneliti kemudian mengumpulkan sampel kotoran atau scat yang ditemukan di sekitar lokasi. Sampel tersebut dianalisis menggunakan pemeriksaan DNA untuk mengetahui spesies hewan yang meninggalkan jejak tersebut. Hasil analisis akhirnya memastikan bahwa wallaby yang tertangkap kamera merupakan nabarlek.

Temuan tersebut menjadi bukti bahwa spesies yang telah lebih dari 50 tahun tidak terdeteksi di kawasan tersebut ternyata masih bertahan. Rekaman kamera dan hasil analisis DNA sekaligus membantu peneliti memperluas pemahaman mengenai wilayah hidup nabarlek.

Bagi konservasi, kemunculan kembali spesies ini bukan sekadar foto satwa langka. Bukti tersebut menunjukkan masih adanya populasi nabarlek yang tersembunyi di sejumlah kantong habitat di Australia bagian utara, sekaligus membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai keberadaan dan perlindungannya.

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : PetaPixel — artikel asli terbit 15 September 2026. Tiny Wallaby Known as a ‘Nabarlek’ is Spotted on Trail Camera for First Time in 50 Years
Nabarlek Wallaby australia satwa langka konservasi satwa