Duka Desa Adat Sade Terbakar, Kampung Sasak Berusia 600 Tahun Dilalap Api

Nur Wachid • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:44 WIB
Rumah adat Sasak ludes terbakar. (ANTARA)
Rumah adat Sasak ludes terbakar. (ANTARA)

MATARAM, Jawa Pos Radar Lawu – Hanya berselang 13 hari, wajah Desa Adat Sade berubah drastis. Kampung tradisional masyarakat Sasak yang sebelumnya ramai wisatawan itu dilanda kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Api melahap rumah-rumah tradisional di perkampungan yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah tersebut. Atap alang-alang dan material bangunan yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya.

Dikutip Radar Lawu dari Antara, Minggu (9/8/2026), kehidupan di kampung yang diperkirakan berusia sekitar 600 tahun itu masih berlangsung seperti biasa.

Baca Juga: 1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak dan Terancam Karhutla

Wisatawan memenuhi perkampungan. Pemandu mengenakan sapuk khas Sasak menemani pengunjung menyusuri gang sempit di antara deretan rumah adat.

Tak ada tanda bahwa kurang dari dua pekan kemudian kebakaran Desa Adat Sade akan mengubah suasana kampung tersebut.

Api Datang saat Sebagian Warga Tertidur

Sabtu malam menjadi titik perubahan. Api tiba-tiba muncul ketika sebagian masyarakat sedang beristirahat.

Salah seorang warga, Amaq Imi, mengatakan kebakaran terjadi ketika sejumlah warga sudah tertidur. Kobaran api yang bergerak cepat membuat mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan barang-barang.

Kain tenun, uang, telepon seluler hingga berbagai benda milik warga ikut dilalap api.

Baca Juga: Bukan Diet Instan, Ini 10 Langkah Menurunkan Berat Badan yang Terbukti Secara Ilmiah

Kecepatan penyebaran api tidak terlepas dari karakter bangunan di kampung adat Sasak tersebut. Rumah tradisional menggunakan material yang mudah terbakar, terutama atap alang-alang.

Kondisi itu membuat api dengan cepat menjalar antarrumah dan mengubah malam yang biasanya tenang menjadi kepanikan.

Kampung Berusia Sekitar 600 Tahun

Kebakaran tersebut menjadi pukulan karena Sade bukan sekadar permukiman. Kampung ini menjadi salah satu tempat masyarakat mempertahankan tradisi Sasak sekaligus destinasi wisata budaya Lombok.

Desa Adat Sade diperkirakan telah berusia sekitar 600 tahun dan disebut sudah ada sejak sekitar abad ke-14.

Selama berabad-abad, masyarakat mempertahankan bentuk rumah tradisional, tata ruang perkampungan, bahasa, hingga berbagai tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Baca Juga: Wakatobi, Surga Bawah Laut di Jantung Segitiga Karang Dunia

Salah satunya adalah tradisi nyesek, sebutan masyarakat Sasak untuk kegiatan menenun secara tradisional.

Bagi perempuan Sasak, nyesek tidak semata-mata aktivitas menghasilkan kain.

Kemampuan menenun juga menjadi bagian dari pengetahuan adat dan salah satu penanda kedewasaan perempuan sebelum menikah.

Hasil tenunan kemudian dipajang dan dijual kepada wisatawan yang datang.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari masyarakat Sade.

13 Hari Sebelumnya Masih Dipadati Wisatawan

Pada 9 Agustus, suasana Sade masih jauh dari duka. Kendaraan wisatawan keluar masuk area parkir, sementara turis domestik maupun asing berjalan menyusuri perkampungan.

Lokasinya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Kuta Mandalika membuat kampung tersebut menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Lombok Tengah.

Baca Juga: Hampir 600 Sekolah di Malaysia Tutup, Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyeberang Perbatasan

Rumah adat berdiri berderet. Kain-kain tenun dengan beragam warna dan motif dipajang di rumah warga, sementara para pemandu menjelaskan kehidupan masyarakat Sasak kepada wisatawan.

Pemandangan itulah yang berubah pada malam 22 Agustus.

Kebakaran Desa Adat Sade berdampak terhadap tempat tinggal masyarakat. Api juga mengancam bagian dari warisan kehidupan masyarakat Sasak yang telah dipertahankan selama ratusan tahun.

Editor : Nur Wachid
Sumber : Antara
kebakaran Desa Adat Sade kampung adat Sasak tradisi nyesek Kabupaten Lombok Tengah desa adat sade