JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyasar lingkungan perguruan tinggi. Kali ini, KPK OTT Unsoed dengan mengamankan sejumlah jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman.
Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq termasuk pihak yang ditangkap dalam operasi tersebut. Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan informasi itu pada Jumat (21/8/2026).
"Ada Rektor juga," kata Setyo.
Baca Juga: Ruben Onsu Kasus Apa? Begini Kronologi hingga Ditetapkan Tersangka
Tak hanya pucuk pimpinan kampus, OTT KPK di Unsoed juga menjaring Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo.
Belum dijelaskan perkara yang melatarbelakangi operasi senyap tersebut dalam informasi awal yang disampaikan KPK.
KPK Belum Ungkap Seluruh Pihak yang Ditangkap
Informasi mengenai siapa saja yang diamankan masih berkembang. Setyo belum dapat memastikan apakah Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko ikut terjaring.
Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Jumat Pagi, Warga Dilarang Beraktivitas hingga Radius 13 Km
"Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update," katanya.
KPK mempunyai waktu 1x24 jam sesuai ketentuan KUHAP untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Dengan demikian, mereka yang terjaring dalam OTT KPK belum otomatis berstatus tersangka. Kepastian status hukum menunggu pemeriksaan awal dan pengumuman resmi lembaga antirasuah.
Jadi OTT ke-19 KPK Sepanjang 2026
Operasi di Universitas Jenderal Soedirman tercatat sebagai OTT ke-19 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.
Frekuensi operasi senyap lembaga antirasuah tahun ini cukup tinggi. OTT pertama pada 9–10 Januari 2026 berkaitan dengan dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara.
Baca Juga: Bukan Liburan Panjang, Short Getaway Justru Makin Diminati Wisatawan
Pada bulan yang sama, KPK melakukan OTT yang menjaring Wali Kota Madiun Maidi. Operasi berikutnya menyasar Bupati Pati Sudewo.
Rangkaian OTT berlanjut sepanjang Februari hingga Juli. Sejumlah kepala daerah dan pejabat turut terjaring dalam operasi berbeda, termasuk Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman hingga Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.
Pada Juni, operasi KPK juga membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri. Kemudian terdapat OTT yang menjaring Bupati Muara Enim Edison dan aparatur sipil negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Empat OTT berikutnya berlangsung sepanjang Juli 2026. Beberapa pihak yang ditangkap antara lain Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Kini perhatian beralih pada jajaran Rektorat Unsoed. KPK masih melakukan pemeriksaan sebelum menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam OTT ke-19 sepanjang tahun tersebut.
Editor : Nur WachidSumber : Antara