JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Wisatawan yang berencana berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) perlu mengecek kembali destinasi dan akses transportasi sebelum berangkat. Dampak gempa NTT magnitudo 7,7 membuat sejumlah kawasan wisata masih ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.
Penutupan berlaku antara lain di Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende dan TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere di Kabupaten Sikka. Destinasi Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai juga belum menerima kunjungan wisatawan.
Kementerian Pariwisata menyatakan penutupan sementara dilakukan sebagai langkah kehati-hatian setelah gempa besar mengguncang NTT.
Baca Juga: Gempa NTT Rusak 173 Rumah Ibadah, Korban Meninggal 71 Orang
Kondisi Taman Nasional Kelimutu memerlukan perhatian khusus karena terdapat longsoran pada dinding kawah.
Sementara itu, sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo juga masih menghadapi kendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Kementerian Pariwisata Pantau Hotel hingga Destinasi
Kementerian Pariwisata melakukan pemantauan melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Verifikasi lapangan dilakukan secara berkala terhadap hotel, restoran hingga destinasi wisata. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi fasilitas pariwisata setelah gempa sekaligus memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada wisatawan.
Baca Juga: Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi
BPOLBF juga mengoperasikan hotline informasi pariwisata di nomor 0811-3879-4555. Layanan tersebut menyediakan perkembangan kondisi destinasi, aksesibilitas dan akomodasi pascagempa.
Gangguan akibat bencana tidak hanya menyentuh objek wisata. Sejumlah penerbangan di NTT turut mengalami penyesuaian.
Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026. Sementara penerbangan Wings Air di Bandara Frans Sales Lega Ruteng dibatalkan hingga 22 Agustus 2026.
Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maumere, dan Bandara Gewayantana Larantuka masih beroperasi, tetapi terdapat sejumlah penyesuaian jadwal penerbangan.
Baca Juga: KPK Kantongi Informasi Dugaan Korupsi BPJS TKA, Terungkap saat Usut Pemerasan Izin WNA
Wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo Mulai Normal
Di tengah penutupan sejumlah destinasi, aktivitas pariwisata di kawasan lain mulai bergerak normal.
Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah kembali beroperasi. Akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo juga sudah dibuka.
Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca hingga Gili Lawa kembali berjalan. Pada 17 Agustus 2026, kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut bahkan tercatat menembus lebih dari 2.000 orang per hari.
Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai juga tetap beroperasi dan ramai dikunjungi. Destinasi Batu Cermin telah dibuka kembali sejak 16 Agustus 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak gempa terhadap sektor pariwisata NTT berbeda di setiap daerah. Sebagian destinasi sudah kembali menerima wisatawan, sedangkan kawasan yang masih memiliki risiko keselamatan tetap ditutup sementara.
Baca Juga: Tak Mengandung Kalori, Benarkah Sakarin Lebih Baik dari Gula
Wisatawan yang akan bepergian ke NTT disarankan memastikan kondisi destinasi sekaligus jadwal transportasi sebelum melakukan perjalanan mengingat proses pemulihan masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Editor : Nur WachidSumber : Antara