UPDATE Karhutla Gunung Bromo, Kawasan Wisata Ditutup Total

Nur Wachid • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:58 WIB
Gunung Bromo ditutup akibat karhutla. (ISTIMEWA)
Gunung Bromo ditutup akibat karhutla. (ISTIMEWA)

PROBOLINGGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Gunung Bromo mengundang keprihatinan. 

Kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ditutup total hingga 15 Agustus 2026 untuk mendukung proses pemadaman dan pemulihan.

Gunung Bromo ditutup di tengah upaya penanganan kebakaran yang masih berlangsung.

Baca Juga: Dark Nuns (2025): Horor Korea Tentang Ritual Penyembuhan yang Malah Mengancam Nyawa Seorang Anak

Sebelumnya, empat pintu masuk menuju kawasan wisata Gunung Bromo telah ditutup dan Puncak Seruni Point di Kabupaten Probolinggo turut disterilkan dari wisatawan setelah pergerakan api mendekati kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi terbaru pada Kamis (13/8/2026), penutupan total kawasan wisata Gunung Bromo diberlakukan hingga 15 Agustus 2026.

Kebijakan itu dilakukan untuk memberikan ruang bagi proses pemadaman sekaligus pemulihan kawasan terdampak kebakaran.

Baca Juga: Petirtaan Dewi Sri Magetan: Situs Bersejarah yang Hanya Dikuras Setahun Sekali

Api Dekati Seruni Point, Wisatawan Dilarang Masuk

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sebelumnya menutup sementara Puncak Seruni Point mulai Rabu (12/8/2026) pukul 20.00 WIB.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan keputusan tersebut diambil karena posisi api telah mendekati kawasan Seruni Point dan berpotensi membahayakan masyarakat maupun wisatawan.

"Menindaklanjuti kondisi kebakaran di kawasan sekitar Gunung Bromo yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan pengunjung serta posisi api yang telah mendekati kawasan Puncak Seruni Point maka destinasi wisata tersebut ditutup sementara mulai Rabu (12/8) pukul 20.00 WIB," kata Ugas dilansir Jawa Pos Radar Lawu dari Antara. 

Selama penutupan, masyarakat dan wisatawan dilarang menuju maupun memasuki Puncak Seruni Point.

Kebijakan itu diberlakukan untuk mengantisipasi risiko seiring pergerakan kobaran api.

Baca Juga: Sering Mendengar Suara “Nging” di Telinga? Begini Cara Meredakannya

"Penutupan berlaku sampai dengan waktu yang tidak ditentukan dan pembukaan kembali kawasan akan diinformasikan lebih lanjut," tuturnya.

Seruni Point Sempat Jadi Alternatif Wisatawan

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengatakan Seruni Point sempat ramai dikunjungi setelah empat pintu masuk menuju Gunung Bromo ditutup oleh pihak TNBTS.

Dari kawasan tersebut, wisatawan masih dapat menikmati panorama matahari terbit. Lonjakan kunjungan bahkan sempat mencapai sekitar 2.000 orang.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Make Up pada Baju, Praktis Tanpa Perlu ke Laundry

"Puncak Seruni Point ramai dikunjungi sejak empat pintu masuk menuju Gunung Bromo ditutup oleh pihak TNBTS karena wisatawan dapat melihat matahari terbit dari sana, bahkan jumlah pengunjung pernah mencapai 2.000 orang," katanya.

Namun, pergerakan titik api yang mengarah ke Seruni Point membuat kawasan tersebut akhirnya ikut ditutup. Petugas memasang portal dan rambu larangan melintas untuk mencegah wisatawan masuk.

"Wisatawan dan masyarakat diminta mematuhi barikade dan tidak mencoba menerobos ke kawasan yang berpotensi terdampak kebakaran Gunung Bromo," kata Heri.

Fasilitas Seruni Point Dilaporkan Aman

Sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakan sarana penunjang wisata di Puncak Seruni Point akibat karhutla. Sebagian besar fasilitas di kawasan tersebut terbuat dari beton.

Pemkab Probolinggo meminta masyarakat dan wisatawan mematuhi seluruh pembatasan akses yang diberlakukan. Informasi mengenai pembukaan kembali kawasan akan disampaikan setelah kebakaran berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman.

Dengan penutupan total kawasan wisata Gunung Bromo hingga 15 Agustus 2026, wisatawan disarankan menunda perjalanan ke kawasan TNBTS dan mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan penanganan karhutla.

Editor : Nur Wachid
Sumber : Antara
Karhutla Gunung Bromo Gunung Bromo Ditutup Wisata Bromo Seruni Point tnbts