Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

9 Fenomena Langit Juni 2026: Jadwal Lengkap Strawberry Moon, Hujan Meteor, hingga Konjungsi Planet

Mizan Ahsani • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:50 WIB
Ilustrasi Fenomena Langit Bulan Juni 2026
Ilustrasi Fenomena Langit Bulan Juni 2026

Jawa Pos Radar Lawu - Bulan Juni 2026 menjadi momen istimewa bagi pecinta astronomi.

Sepanjang bulan ini, langit malam akan dihiasi berbagai fenomena menarik, mulai dari hujan meteor hingga kemunculan Strawberry Moon yang dinanti-nanti.

Tak hanya itu, posisi planet-planet seperti Jupiter, Venus, hingga Mars juga akan membentuk formasi unik yang bisa diamati dari Bumi.

Kondisi ini menjadikan Juni sebagai waktu terbaik untuk menikmati keindahan langit, terutama di wilayah dengan minim polusi cahaya.

Baca Juga: Awan Berwarna-warni di Bogor Viral, Ini Penjelasan BMKG soal Fenomena Cloud Iridescence

Berikut daftar lengkap fenomena langit sepanjang Juni 2026 yang sayang untuk dilewatkan.

1. Konjungsi Jupiter dan Venus (8–9 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/ndsccxiRyVahUB44DqP0T9OU48FuJ2SaqPrYLHSLf-77qXDaNB-FD2WWqDBNVEsHjcp5T8TnlEYljjE2MJYyKTAOoIDIdJPu2PchHlQeH4qD67QYkt7ZkAxHMdZd5XDU-iHIWt_d8CQULvhlPn6ST2V4qYcmr4a8cfwLYtwEXFRFvRCAlwyRwb3_BQklAsuv?purpose=fullsize        https://images.openai.com/static-rsc-4/-gorgQ1RsZR4rYnUcuLBNRS9aiAInkkvObGsLB9fYJmOfM12SkNNf3IvqGibvllXGhYlJ8RdH6GoJ3NUxhciv0cI6JroCZ5bPuwzACjf3-tIDFu8fqYIksMpzA_MR9BN3B5TPFgHlGGCht8aAufjGLawc5y1JginX7HfoYq7uhClndMKjJyGutbm7HGxVJ3d?purpose=fullsize

Fenomena konjungsi terjadi saat dua planet tampak berdekatan di langit.

Pada 8 hingga 9 Juni 2026, Jupiter dan Venus akan terlihat sangat dekat dengan jarak kurang dari 1,5 derajat.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah setelah Matahari terbenam. Gunakan teleskop atau teropong agar terlihat lebih jelas.

2. Konjungsi Saturnus dan Bulan (10 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/uUsnSEc_DzkcMhGfLKP51WqgRlKM9C5I3rnCjGNyB7nEt54iBdSZ9e9H6tZsu1FMBPgHB1pVd4oxfO18VtM4hT9cs3QHQwKOoo28TeIGzJmyQHZAeNoodtsm865aC9HgeOekYnXjA0BTUuymHxwcKgzDQY-GSGADcsu0Y1GrgB5tu2ITKkoNuSXyDC8j2meD?purpose=fullsize             https://images.openai.com/static-rsc-4/pFCMoIWVq3zoUdwHl--JigrDh3ASJZUx9fGJqLWO1XbY2uPg-7H3CktLoTrE-5EogvrPna-yeH0L7wCZuZy-TrLYiqnNYD4NyEWSXNieos3tX_iUG0CFzvPRfwVqStLnaDl0PjwTwHO_FImisqK6BdDaNQyKk3weFgfSkj800cRnxT_iHBSsYL9eIBBc-aPe?purpose=fullsize

Sehari setelahnya, giliran Saturnus dan Bulan yang akan tampak berdekatan dengan jarak sekitar 5 derajat.

Pada fase ini, Bulan berada dalam kondisi sabit sehingga menambah keindahan pemandangan langit malam.

Baca Juga: Pelangi: Fenomena Langit yang Penuh Mitos dan Cerita Mistis dari Berbagai Daerah

3. Mars, Bulan, dan Saturnus Sejajar (11–13 Juni 2026)

 
https://images.openai.com/static-rsc-4/29nWJYE5dl7xi28chQa5b603lPURMrLezqyr9Bf18UXgwOYqo9P1mKegOwR71wogAZUHMkyzfFcweqbTZSFi81ig7XGj9ZqqQCIoexKlH1GTDN8Dr4CESMzQ6cnMH9dLrtuNMAsT53trzzz0zRpZ9KmPftv7gv8xqpobDxtYY0c6-FeTodKONSiAl-b_daX5?purpose=fullsize     https://images.openai.com/static-rsc-4/aud82AifY9ILkvrh_mZ2TxFz73V94a0L9Y-urn2IzlEGw2HL417WVE2bCap70OfICAG6kDRp5quEjYT-OPFJcQGZZfSl4Va6FyuI3625RXCih72Eyj1AlqIXAv99G0tORPs2pyMbAHpJjDFnKWpu0_44CT4SRN8-_utH34VVwugGeBF2Ft-DkaOjQ9Z9ppTQ?purpose=fullsize

Fenomena langka lainnya adalah sejajarnya Mars, Bulan, dan Saturnus yang terjadi pada 11 hingga 13 Juni 2026.

Ketiganya akan tampak lebih terang dari biasanya.

Agar hasil pengamatan maksimal, pilih lokasi terbuka seperti lapangan atau area tanpa penghalang.

4. Fase Bulan Baru (15 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/TpLRjvzSQXXsRA82hlHR8HBQKd3RusnguIMxO8dun1lXAR1VCc_0LNzz1JaRdEQLGAsk-0hPz8MiRd9QuK-_XSDJn3uzWNqbBef-O7KPnQMexOgBqgPaavUPpc4m-ElDh4o1KwcdTvo2ZZTErtQepD87OmxeDyCIUZjKl7ll5ocYgeCGLRKy4HcMufqUtrwo?purpose=fullsize https://images.openai.com/static-rsc-4/T03zAuR6yptsZZM_uL3qiLGDzmWiHFjMzUOjyokPi4S6TNbltzMft1C0fPf8ihw1ZLUve18HHbwpaz79uHun-03mqZBZx8oomg2xiSPf-lkbbaVrzpWgkbdvgHhnrHd3Pzvc-YkWHDAbT_9HHpflToH3fuKxZI74DRyfz2a_220BA1Mc45rSofyys8PlG2xb?purpose=fullsize
6

Pada 15 Juni, Bulan memasuki fase bulan baru. Kondisi ini membuat langit menjadi lebih gelap sehingga bintang-bintang dan galaksi dapat terlihat lebih jelas.

Ini adalah waktu terbaik untuk melakukan pengamatan langit dalam.

Baca Juga: Fenomena Pelangi: Keindahan Langit yang Bikin Hidup Makin Colorful

5. Titik Balik Matahari (21 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/4MQuFpvCiGPVKMhbKOjiDnnvsiZZu7NjrvqbIJLVeYWTrDRvTht5NWidW7eSyVVUhTxRqST01mRJ47FmajOcJAWzuOZQXPbFU_FgbRmnrgPg_2b-MyjMvoSJH9zYrOtUN1zU1y0hQjZM_82YImjY0ZxEqmNOj2ODTg8T9frwOGWHoZJU4Q6zzhWrWwy6C54b?purpose=fullsize     https://images.openai.com/static-rsc-4/PAXqLL9ARSA-aIW9kQ9RAuvuzxWnRU1myVwCvf1_tV7wI11jWSbJZK0PRh3k0cXi-RA553gC5YntqtxoYdQUo3_VZDZxQimZ6mNWNextcMVf91tVEb0OovaNMMMuSlku8dsihsCcN_wJ3XZMeSja1B3SPezoQHiLG3DGL4Ow2YNlzfSy3f3sBRCC8ESiMBiy?purpose=fullsize

Fenomena ini dikenal sebagai titik balik Matahari atau solstis. Pada 21 Juni 2026, Matahari berada di posisi tertinggi di atas khatulistiwa.

Peristiwa ini menandai awal musim panas di belahan Bumi utara dan musim dingin di belahan selatan.

6. Hujan Meteor Bootid (11 Juni–2 Juli 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/pQ8ZnWf7jE0qqAaTctFRP7DxLvkkSTSlHDViUtzkgxJNAk6tWaT60oKBz6xQCSqPOJWEgHdwDcv2gQ5IY3ZBzFN-Sj6i6aPTAdAHARWLgt5UtC4WmrR9yv8mjNaa1ZnYug0PsI2AKHA3XQXtI1qbSGgUkmgCQanbn_FA8Nu1lPr1pdt_MMdMPD7b36L7_fo2?purpose=fullsize

Hujan meteor Bootid berlangsung cukup panjang, yakni dari 11 Juni hingga 2 Juli 2026. Puncaknya terjadi pada 21 Juni.

Namun, cahaya Bulan yang terang bisa mengganggu pengamatan. Untuk hasil terbaik, arahkan pandangan ke konstelasi Bootes.

Baca Juga: Nobar Keindahan Blood Moon! Fenomena Langit Langka Gerhana Bulan Berdarah Terlihat Lagi 2027

7. Strawberry Moon (29 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/8zhY-TKWVVX9qzZ8st-hsrQcxNzby1arI0Ive3W2GOBtqIOYrhNAtCoYCUVNFm1D6yVG9bBGggmGJLYe4gKP-j_8aeTT2AJZjUbDJj3vTvVE_yRrvKMlsDzLx2s28Mf3udjNIwXcADzPnCZ2vYEaD0w0s2B16rfxPvHEKWPlemCKtlaDY2rPvd7VZq-T27Ms?purpose=fullsize

Salah satu fenomena paling dinanti adalah Strawberry Moon yang muncul pada 29 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

Meski namanya “stroberi”, Bulan tidak benar-benar berwarna merah. Julukan ini berasal dari tradisi masyarakat Amerika yang menandai musim panen stroberi.

8. Segitiga Musim Panas (Pertengahan Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/eX43xKkn1EzovDZp0k7e3uvbW8UTt3dZZuhIFpvX3DAer5T-k22Kw1hKefXjK-6AX7wwrGY52tnqWgEWO1wA7bgloqsSUQPOTY0emceUq0XWpqxLIdS9XXSeiOO6tFv_tj1FWA8U1QgasFfa485J_hOsRvWn8i0XuTYVNu0K55vhhG5NC7N1Ji_Ijxiaubyc?purpose=fullsize      https://images.openai.com/static-rsc-4/6aNrmcEgFovWGqCJ6NMolltlW0996WnR7FXxCriuYbFqVPjtHy3s1IpKU0gKayE4jOPMVydHvvnx8zjl4W3aa-fLlB7aYtrYXzKM1ADEWAVO0AAydfEBJgV-W6u22aMRvF0z0mv2aZ53xOHZFH6ZmYwa8HrgiLQ8bL6qQk56D_bfeaVIjnt0yRHroVtTByPG?purpose=fullsize

Fenomena ini menampilkan pola tiga bintang terang yang membentuk segitiga di langit malam, yaitu Vega, Altair, dan Deneb.

Segitiga ini menjadi penanda khas langit musim panas di belahan utara.

9. Mars Bertemu Pleiades (27–30 Juni 2026)

https://images.openai.com/static-rsc-4/QFhh6FoAxexvtdGr-whZOmdiL3igCHEii1-STRN0ohyQMHaSLlkS6orHEArPuiN2_e_XupH1PTxDdsm81BjNyGIosH0dWshlpwZk5wzRnl2ho4ZJLktOVkfIiftkvSlW65dg2Rm6VgbZbq7vqSoWgF3nr1gO0asVQ7k9t8APTbzMu5ZU6VS366yuLf9XndWy?purpose=fullsize

Fenomena penutup Juni adalah pertemuan Mars dengan gugusan bintang Pleiades.

Keduanya akan tampak berdekatan dengan jarak sekitar 4–5 derajat.

Untuk melihatnya, arahkan pandangan ke cakrawala timur sekitar 90 menit sebelum Matahari terbit.

Baca Juga: Viral! Kota Chongqing China Bikin Geger Media Sosial Usai Alami Fenomena Unik bin Lucu Beterbangan di Langit

Fenomena langit sepanjang Juni 2026 ini menjadi kesempatan langka yang tidak datang setiap bulan.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung dan lokasi pengamatan yang tepat, pengalaman menyaksikan keindahan langit bisa menjadi momen yang tak terlupakan.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#Juni 2026 #cara melihatnya #Strawberry Moon #hujan meteor Bootid #fenomena langit