Jawa Pos Radar Lawu - Pemerintah Kabupaten Brebes kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat kurang mampu dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) melalui Program Wardoyo (Wareg Sedoyo).
Sebanyak 2.060 warga di wilayah Brebes selatan menerima bantuan sembako menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Senin (25/5/2026).
Program bantuan ini menyasar lima kecamatan, yakni Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, dan Sirampog.
Masing-masing kecamatan mendapatkan alokasi sebanyak 412 penerima manfaat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, di sejumlah titik, salah satunya di Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan.
Bentuk Kepedulian Pemkab Brebes
Wakil Bupati Brebes, Wurja, menegaskan bahwa Program Wardoyo merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Program Wardoyo merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok warga, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujar Wurja.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah Jatuh 27 Mei, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei
412 Paket Disalurkan di Paguyangan
Dalam penyaluran tahap pertama di Kecamatan Paguyangan, sebanyak 412 paket sembako diberikan kepada warga miskin yang telah terdata sebagai penerima manfaat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baehaqi, beserta jajaran, serta Forkopimca Paguyangan yang dipimpin Camat Koko Kusnanto.
Wurja menekankan bahwa Program Wardoyo merupakan program unggulan pemerintah daerah melalui Dinas Sosial yang harus benar-benar menyentuh masyarakat kurang mampu.
“Bantuan ini adalah program Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Sosial.
Program ini harus dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Isi Bantuan dan Program Pendukung
Paket bantuan yang disalurkan dalam Program Wardoyo berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, telur, gula, dan bahan pokok lainnya.
Ke depan, bantuan tersebut juga akan dilengkapi dengan daging.
Selain bantuan sembako, Pemkab Brebes juga terus mengembangkan program pendukung lainnya, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, hingga program pendidikan “Satu Keluarga Satu Sarjana”.
Program pendidikan tersebut ditujukan untuk membantu keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Kurban Experience 2026 BAZNAS: Strategi Digital Pemerataan Gizi Nasional di Idul Adha
Komitmen Perbaikan Data Bansos
Wurja juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem pendataan bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.
“Bantuan akan bermanfaat besar jika sampai ke yang membutuhkan, namun nilainya akan hilang jika diterima oleh mereka yang mampu,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Paguyangan Koko Kusnanto menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Brebes kepada masyarakat di wilayahnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban kebutuhan warga.
Di akhir kegiatan, Wurja turut mengimbau masyarakat yang memiliki anak lulusan SMA namun terkendala biaya agar memanfaatkan program “Satu Keluarga Satu Sarjana”, yang hingga kini telah membantu lebih dari 600 warga Brebes mengakses pendidikan tinggi.
Baca Juga: Syarat Hewan Kurban Iduladha 2026: Pengertian Bahimatul An’am dan Ketentuan Usia Sesuai Syariat
Program Wardoyo sendiri diharapkan terus menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga kurang mampu di Kabupaten Brebes.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani